Bismillahi Ar-Rahmaani Ar-Rahiimi The Oracle. Ini bukan nama perusahaan software. Ini adalah nama seorang wanita tua di dunia Matrix. Ia hanyalah seorang tukang masak kue, gemuk, negro, perokok, tingal di sebuah apartemen kelas bawah dan memiliki beberapa murid anak kecil. Di film itu pun, ia hanya muncul sekali. Dengan percakapan yang sederhana, dan mengalir begitu saja. Sama sekali tidak tampak kelebihan dalam dirinya. Tapi dialah sosok mursyid di film ini. Saya terus terang agak heran, bagaimana film ini bisa bercerita demikian detil. Termasuk penggambaran sosok mursyid yang demikian akurat. Sehingga bila kita ingin mengetahui, seperti apa sih Mursyid itu? Bagaimana dia membimbing kita? Kita bisa mempelajari figur The Oracle. Waktu di lift menuju ruangan The Oracle, Neo dan Morpheus sudah bercakap-cakap dengan menarik. Neo: "Apakah Oracle ini adalah Oracle penubuwwah" Morpheus: "Ya, dia sangat tua. Dia sudah mengiringi kita sejak awal perlawanan (thd Matrix)" Neo: "Apa yang dia tahu? Segalanya?" Morpheus: "Dia akan berkata, bahwa dia mengetahui secukupnya." Neo: "Dan dia tak pernah salah?" Morpheus: "Cobalah untuk tidak berpikir benar atau salah. She is a GUIDE, Neo. Dia dapat membantu kita untuk menemukan ...." Neo: "Dia menolongmu?" Morpheus: "Ya". Neo: "Apa yang dikatannya padamu?" Morpheus: "Bahwa aku akan menemukan The One" Memang bila kita berhadapan dengan seorang mursyid, kita perlu menanggalkan sejenak parameter-parameter kita ttg benar dan salah. Karena itu bisa memerangkap kita. Kita ini seperti orang buta, sementara dia tidak buta. Bagaimana mungkin kita bisa menghakimi ceritanya ttg gajah? Sang mursyid pun, tidak akan mengajarkan kepada kita hukum-hukum kebenaran atau kesalahan. Dia hanya membimbing, agar kita dapat mengenali kebenaran. Dia akan berusaha untuk menjadikan setiap kita sebagai aktor utama dalam kehidupan ini. Selanjutnya Neo pun memasuki apartement Oracle dan menemukan banyak anak kecil yang sedang asyik bermain-main dengan 'karomah'-nya. Ada yang main kubus yang seolah tak terikat hukum gravitasi. Ada pula yang sedang asyik membengkokkan sendok hanya dengan pikiran. Dikatakan, bahwa mereka adalah calon-calon potensial untuk menjadi The One. Saya lewati ini karena akan jadi tulisan terpisah. Setelah menunggu sejenak, Neo pun diundang untuk ke dapur menemui Oracle. Dia ternyata sedang asyik masak kue. Neo: "Apakah anda The Oracle?" The Oracle: "Binggo, tidak seperti yang kamu sangka bukan? Aku akan mempersilahkan kamu duduk, tapi jangan khawatir terhadap vas bunga itu" Neo: "Vas yang mana?" Ternyata kemudian Neo menyenggol vas bunga yang ada di sampingnya, hingga jatuh dan pecah. Kemudian Oracle berkata, "Vas yang itu." Neo pun gugup, "I'm sorry..." The Oracle: "Sudah aku katakan jangan khawatir terhadap vas itu. Bagaimana kita bisa merubah sesuatu yang sudah ditetapkan?" Istri saya paling senang dengan adegan ini. Istri saya geli melihat bagaimana cara seorang mursyid menunjukkan siapa dirinya. Karena Neo pada saat itu agak ragu, melihat Oracle yang seperti itu. Tapi yang membuat saya menyimpulkan Oracle lah sang Mursyid justru percakapan berikutnya yang saya sarikan sbb. The Oracle: "Kamu tahu mengapa Morpheus membawamu ke sini?" Neo pun mengangguk. The Oracle: "So... what do you think? Do you think you are The One?" Neo: "Honestly, I don't know" The Oracle: "Aku akan beritahu kamu suatu rahasia. Menjadi The One adalah seperti jatuh cinta. Tak ada yang bisa memberitahumu, melainkan kamu sendiri yang tahu. So... you ready to know." Neo: "Know what?" The Oracle: "That I'm going to tell you..." Neo: " I am not The One" Begitulah sang Mursyid. Dia tahu apa yang terbaik buat saliknya. Oracle tahu, bahwa informasi Neo adalah The One telah membelenggu jiwanya. Sehingga tanpa sadar dia merasa spesial. Makanya Oracle mematahkan anggapan tsb dengan kalimat-kalimatnya yang menuntun. Neo sendirilah yang menyimpulkan bahwa dia bukan The One sebagaimana diyakini Morpheus. Dan kesimpulan ini penting bagi Neo, agar dalam menemukan kesejatiannya, tidak terhambat oleh pandangan dan sikap orang lain. Meski berhak untuk memandangnya seperti itu. Dan lepasnya ia dari belenggu faham The One, terbukti kemudian bisa membuatnya mengambil keputusan penting. Yaitu siap berkorban untuk menyelamatkan Morpheus. Mursyid pun membimbing saliknya secara personal. Dia tampil beda bagi setiap saliknya, sesuai dengan yang dibutuhkan bagi perjalanan sang salik. Seperti kata Morpheus setelah Neo keluar dari dapur, "Ingatlah, apa saja yang dikatakan Oracle itu hanya untukmu sendiri" Mursyid bukan ustadz, muballigh atau da'i. Bimbingannya tidak dibatasi oleh podium, pengajian maupun tulisan/buku. Meski saliknya bisa ribuan jumlahnya, dia mampu membimbing mereka secara person to person. Tentu dengan caranya. Sebagaimana Rasulullah Muhammad saw yang menjadi milik setiap sahabatnya. Ya... begitulah interaksi salik-mursyid-salik di dunia tasawuf. Kepada Morpheus, Oracle berkata bahwa Morpheus akan menemukan The One. Dan dalam proses pencariannya selama bertahun-tahun, akhirnya Morpheus menemukan Neo, yang amat diyakininya sebagai The One. Oracle tak pernah menunjukkan langsung kepada Morpheus siapakah The One, dia hanya membimbing. Adalah suatu pencapaian bagi Morpheus ketika menemukan Neo The One. Keyakinan ini penting bagi Morpheus untuk melakukan tugasnya. Kepada Neo, Oracle memandu agar Neo yakin, bahwa dia bukan siapa-siapa. Karena keyakinan ini penting bagi Neo untuk melaksanakan tugasnya sebagai The One. Kepada Trinity, Oracle mengabarkan, bahwa ia akan jatuh cinta kepada The One. Trinity tampaknya tipikal wanita yang susah jatuh cinta, mungkin saking pintarnya (hackerwati). Sehingga bagi Trinity dasar keyakinannya adalah, siapakah yang bisa membuatnya jatuh cinta. Itulah The One. Wassalamu'alaykum wr. wb. --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
