Assalaamu 'alaikum wr. wb.
Leo wrote :

>Sepi...?? Sebenarnya tidak juga kok.

>Cerita yang menarik biasanya selalu memasang tokoh antagonis karena akan
menimbulkan >konflik. Ramayana takkan ada bila tidak ada Rahwana. Juga di
milis kita ini. Ada lho yang >pernah menjadi "antagonis". Misal, Uda Nadri,
Mas Rozy, Mas Bimo >(sorry...he...he...he..:-) Eh..pak Sunarman juga
pernah. Mereka muncul silih berganti. >Saya juga pernah mengambil peran
itu.

>Barangkali ada baiknya bila sekarang peran itu diambil oleh mas YYK. Asal,
tentu dengan >jurus-jurus yang baru.

>"Antagonis" di sini khan tidak selalu jelek maknanya. Bisa berarti
seseorang yang >membawakan "cermin" tempat mengaca apakah masih ada daki.
Bukankah, terkadang kebenaran >terasa pahit diterima.

>Semoga bisa menjadi rahmat.

>Sebagaimana cerita yang baik khan selalu "happy end". Yang "antagonis"
ya..akan dikalahkan >atau boleh juga berubah menjadi kebaikan. Bila di
milis ini...yang "antagonis" biasanya >manggut-manggut, atau minggir, atau
cao dari peredaran. Persis seperti saya >(bwa..haa...haa...haa).

>Atau malah dianuti yang lain.

>Monggo lho mas YYK


Lho gimana tho ini Mas Leo saya khok malah dijadikan Pemainnya, jadi
"Penjahatnya"
lagi . . .  wah ini namanya penghinaan masa "penjahat" disuruh memainkan
"peran
penjahat" !! he he he . . .

Kalau dipikir - pikir ada benarnya juga, biar lebih serem, tetapi apa bisa
saya jadi penjahat yang cerdas, terus terang saya ini bukan seorang muslim
yang taat, pinter ngaji dsb dsb nya ..... setiap membaca posting - posting
di mailist ini saya sering terkagum - kagum akan penguasaan Alqur'an dan
hadist dari para mailist serta wawasan yang sangat luas !!

(bagaimana kalau perannya bukan hanya penjahat, tapi juga ada orang atheis,
orang ngawur dsbnya ? he he he .. .)

Sejujurnya saya banyak belajar dari para mailist sekalian . . . . sering
dimana posting yang kelihatannya sederhana justru disana ada sinar
penggugah bahwasannya kita belum apa - apa dan bukanlah apa - apa ?

oleh karena itu keluar pertanyaan saya mengenai Dunia atau Akhirat ?
(terima kasih sekali lagi untuk para milist yang telah memberikan
pencerahan)

posting - posting yang masuk saya jadikan alat cuci pakaian keimanan saya
yang lusuh ini, oleh karena itu saya begitu "KESEPIAN" ketika mail yang
masuk berkurang sedikit demi sedikit . . .  sedangkan saya sangat
membutuhkan teman, untuk bersama - sama mencuci baju keimanan yang lusuh
ini.

menurut saya kebenaran/ pencerahan bisa datang darimana saja, bahkan dari
sebuah lagu seperti dibawah ini (saya iri pada orang yang menciptakan lagu
ini):

What a Wonderful World
(Louis Armstrong)

I see trees of green, red roses too
I see them bloom for me and you
And I think to myself what a wonderful world.

I see skies of blue and clouds of white
The bright blessed day, the dark sacred night
And I think to myself what a wonderful world.

The colors of the rainbow so pretty in the sky
Are also on the faces of people going by
I see friends shaking hands saying how do you do
They're really saying I love you.

I hear babies cry, I watch them grow
They'll learn much more than I'll never know
And I think to myself what a wonderful world
Yes I think to myself what a wonderful world.


bagaimana pendapat para milist mengenai lagu ini, adakah nilainya seperti
halnya
film matrix ?

apakah bahagia itu ?



Wassalaam
Y2K



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke