Leo wrote :

>Sepi...?? Sebenarnya tidak juga kok.

>Cerita yang menarik biasanya selalu memasang tokoh antagonis karena
akan
menimbulkan >konflik. Ramayana takkan ada bila tidak ada Rahwana. Juga
di
milis kita ini. Ada lho yang >pernah menjadi "antagonis". Misal, Uda
Nadri,
Mas Rozy, Mas Bimo >(sorry...he...he...he..:-) Eh..pak Sunarman juga
pernah. Mereka muncul silih berganti. >Saya juga pernah mengambil peran
itu.

>Barangkali ada baiknya bila sekarang peran itu diambil oleh mas YYK.
Asal,
tentu dengan >jurus-jurus yang baru.

>"Antagonis" di sini khan tidak selalu jelek maknanya. Bisa berarti
seseorang yang >membawakan "cermin" tempat mengaca apakah masih ada
daki.
Bukankah, terkadang kebenaran >terasa pahit diterima.

Assalamu'alaikum wr wb.

Dulu saya sebebarnya menikmati peran saya sebagai tokoh yang
kadang-kadang antagonis, dan meskipun banyak menerima protes melalui
japri atau secara terbuka, itu merupakan pertanda bahwa pancingan saya
mengena. Tetapi sejak rekan-rekan admin menodong saya untuk menjadi
moderator, dengan berat hati saya terpaksa harus meninggalkan peran itu.
Lha kalau moderatornya tampil sebagai tokoh antagonis, bisa bubar milis
ini :-)

Jadi, rekan-rekan yang mau tampil antagonis, silakan saja. Mungkin ini
dapat bermanfaat untuk mendewasakan kita semua agar lebih arif dalam
menghadapi orang yang 'tidak sejalan' dengan kita.

Wassalamu'alaikum wr wb.
RS


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke