Assalamu'alaikum wr. wb.

Renungan tentang umur manusia
oleh: Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad
penerbit: Mizan

Dimana aku sebelum dilahirkan ..? Apa tugasku dalam kehidupan dunia ini ..?
Kemana kita pergi setelah mati ..? Apa yang terjadi dengan umur kita yang
semakin hari semakin berkurang ini ...? seringkali pertanyaan-pertanyaan
demikian  mengusik kita. Penjelasan yang cukup menarik untuk kita renungkan
mengenai umur manusia ini dijabarkan dalam karya besar ulama dan sufi
terkenal Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad. Dalam karyanya, beliau
menjabarkan secara rinci tentang perjalanan hidup manusia, dimana pada
intinya kehidupan manusia terbagi pada lima tahapan umurnya:
1. Masa perpindahannya sejak pertama dalam tulang sulbi para ayah dan rahim
para ibu sebelum dilahirkan.
2. Masa kehidupan di dunia sejak ia dilahirkan dan diwafatkan oleh Allah
SWT.
3. Masa tinggal di alam Barzah sejak wafat hingga dibangkitkan kembali.
4. Masa tinggal di padang Mahsyar sejak dibangkitkan hingga diputuskan
amalnya oleh Allah SWT.
5. Masa kehidupan di alam yang kekal dalam kenikmatan surga atau dalam
kepedihan neraka.

Apa yang  saya postingkan ini adalah 100% berasal dari buku karya beliau,
tentunya dengan segala keterbatasan dan kekurangan saya yang masih awam ini.
Semoga Allah SWT memberi petunjuk demikian juga para salik sekalian. Amin.

1. Masa perpindahan manusia sejak dalam tulang sulbi para ayah dan rahim
para ibu sebelum  dilahirkan

Saat Allah SWT menciptakan Adam a.s. Dia menyimpankan zurriyat di tulang
punggungnya yaitu kaum ahli kanan  (ahlul-yamin) dan kaum ahli kiri
(ahlul-simal). Allah SWT pernah mengeluarkan semua zurriyat ini dari tulang
punggung Adam a.s. pada hari Mitsaaq (hari pengambilan janji manusia untuk
mengakui keeasaan dan ketuhanan Allah SWT di Na'man, lembah dekat padang
Arafah) sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. 7;172 :
'' Dan ketika Tuhan kamu mengeluarkan keturunan Adam dari punggungnya dan Ia
mengambil kesaksian dari mereka dengan berfirman: 'Bukankah Aku ini Tuhan
kamu ?' mereka menjawab: 'Ya, kami menjadi saksi.' Demikianlah supaya kamu
di hari kiamat nanti tidak mengatakan: 'Kami ini lalai dari perkara itu'".

Ayat ini membuktikan bahwa zurriyat Adam telah memiliki wujud dan
pendengaran namun mereka berada dalam tingkatan wujud yang lain. Bukan pada
tingkatan wujud seperti yang tampak pada dunia ini.
Dalam riwayat Tirmidzi dari Abu Hurairah disebutkan, ketika Allah SWT
mengeluarkan zurriyat dari Adam a.s. lalu dilihat oleh Adam seorang dari
mereka gagah perawakannya maka bertanyalah Adam tentang dia, Adam diberitahu
bahwa itu adalah anaknya, Daud a.s. lalu Adam bertanya kepada Allah SWT
"berapa usia Daud yang  telah Engkau tetapkan ?" Jawab Allah SWT: '
"Enampuluh tahun". Adam kemudian memohon agar Daud dipanjangkan usianya.
Maka Allah SWT berfirman : " Itulah usianya yang telah Aku tetapkan ".
Berkata Adam a.s. : " Aku ingin menambahkannya empat puluh tahun dari usiaku
". Dan sebelum itu Allah SWT telah menetapkan umur Adam seribu tahun.

[bersambung..]

Wassalamu'alaikum wr. wb.
Irfan B



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke