BismilLaahir Rahmaanir Rahiim Assalaamu'alaykum ww. Berikut, saya kutipkan feature dari Bisnis Indonesia tanggal 08 Agustus 1999. (http://www.bisnis.com) Penyembuhan alternatif dengan Sufi Pengobatan melalui kekuatan spiritual tampaknya menjadi pilihan terakhir untuk mengatasi penyakit yang tidak kunjung sembuh atau tidak terdeteksi melalui tes medis. Cara itu makin tidak terelakkan setelah dokter angkat tangan untuk mengobati penyakit itu. Kenyataan bahwa kemajuan teknologi kedokteran belum bisa menanggulangi penyakit mutakhir yang tumbuh seiring gaya hidup modern. Dalam situasi semacam ini orang kembali menengok metode penyembuhan alternatif yang lazim dipakai sebelum orang terbiasa dengan pengobatan modern. Salah satu metode yang menggunakan kekuatan spiritual yang kembali ditawarkan adalah Penyembuhan Sufi, satu cara penyembuhan atau terapi islami yang telah dipraktekkan selama ratusan tahun oleh kaum Sufi. Sufi adalah guru spiritual tingkat tinggi dalam Islam yang salah satu tugasnya menjaga dan meneruskan ilmu mendalam dan tersembunyi dari Alquran. Tujuan utama kaum Sufi dalam hidup adalah mengambil alih kemanajeran Allah di bumi. Keterbatasan teknologi kedokteran modern, menurut Muhammad Zuhri, seorang penyembuh Sufi, terkait erat dengan jenis penyakit yang memang tidak bisa dipahami secara rasional dan logis. Selama 20 tahun, dia sudah menyembuhkan pasien dari berbagai daerah dengan berbagai penyakit. "Dilihat dari disiplin spiritual, Allah menurunkan penyakit kepada manusia dalam tiga jenis, yaitu sebagai cobaan, penyakit yang disebabkan perbuatan masa silam, dan penyakit pengantar ajal." Penyakit terakhir tersebut tidak dapat disembuhkan, sedangkan dua lainnya bisa diupayakan, kata Zuhri dalam homepage-nya di Internet. Di dunia ini, kata Zuhri yang kerap disapa Pak Muh itu, dikenal empat macam metode penyembuhan yaitu yang sesuai disiplin kedokteran modern, tradisional (akupunktur, pijat, dan ramuan), spiritisme (yoga, hipnotisme, kebatinan), dan penyembuhan dengan kekuatan spiritual Sufi. Sebagai perantara Tiga metode penyembuhan awal dilakukan dengan mendeteksi penyebab penyakit, baik yang bersifat medis maupun nonmedis. Selanjutnya dengan kaidah ilmiah dicari sesuatu yang dapat menjinakkan atau mematikan penyebab penyakit itu. Sedangkan metode penyembuhan Sufi tidak berurusan dengan penyebab penyakit tapi berkomunikasi dengan sang penyebab penyakit yang merupakan sebab dari segala sebab, katanya dalam acara bertema Penyembuhan spiritual & kedokteran modern di Jakarta belum lama ini "Virus, bakteri, amuba, jamur, bibit penyakit lain, serta penyebab nonmedis [sihir, tenung, dan santet] juga makhluk Allah yang bisa diajak berunding. Para Sufi dengan kekuatan spiritualnya hanya bertindak sebagai perantara." Secara teknis, penyembuhan Sufi yang berdasarkan Alquran dan Sunah Rasulullah Muhammad SAW menerapkan sejumlah cara lazim, yaitu dengan kontak badan, melalui shalat dan doa, dengan obat tradisional, melakukan amalan tertentu (puasa dan zikir), serta melalui benda tertentu seperti air putih. Dalam acara yang diadakan Pusat Pengembangan Tasawuf Positif dan Klinik Spiritualitas Islam itu, Pak Muh yang memimpin satu pesantren di Desa Sekarjalak, Margoyoso, Pati, Jateng itu mengungkapkan pasien dapat sembuh hanya dengan menuruti petunjuk yang diberikan melalui surat menyurat. Dia mencontohkan keberhasilannya menjadi perantara kehendak Allah dalam kesembuhan satu warga Kanada yang telah didiagnosis positif mengidap HIV/AIDS. Setelah mendapat perawatan dengan metode penyembuhan Sufi, beberapa virus yang menjadi patokan tes HIV/AIDS tidak terdeteksi lagi pada orang itu. Berkaitan dengan penderita HIV/AIDS ini, Pak Muh bekerja sama dengan Yayasan Barzakh sejak 1996 telah membuka pelayanan umum berupa perawatan gratis bagi pasien pengidap HIV/AIDS. Jangan semua Menanggapi metode penyembuhan Sufi ini, Makmuri Muchlas, guru besar bidang Kesehatan Jiwa FK UGM dalam acara yang sama mengungkapkan terapi spiritual secara umum ada dalam semua agama khususnya untuk menangani penyakit fisik karena faktor mental. "Islam sebagai agama bisa berfungsi preventif, perawatan, maupun rehabilitatif terhadap penyakit tertentu. Agama bisa mendukung adanya kesembuhan yang lebih cepat karena adanya keyakinan tertentu yang dasarnya adalah kepercayaan pasien kepada terapisnya." Meskipun demikian, menurut Makmuri, jangan semua penyakit diatasi dengan terapi spiritual karena malah akan berakibat fatal. Dia mencontohkan penyakit organis murni karena infeksi akut yang tidak akan sembuh selama kumannya belum hilang. Islam sebagai terapi spiritual untuk penyakit organis murni bersifat preventif. Terkecuali, katanya, pada penyakit organis yang bersifat terminal seperti leukemia, gagal ginjal dan gagal jantung. "Artinya para spesialis sudah angkat tangan dan terapi agama, seperti melalui penyembuhan Sufi, kadang-kadang bisa membawa miracle dengan berkeyakinan kalau sakit Allah lah yang akan menyembuhkan." Untuk penyakit fisik karena stres yang kronis, Islam bisa sebagai terapi pendukung. Itupun dengan syarat yang bersangkutan memeluk Islam secara keseluruhan, meyakininya sebagai bagian kepribadian. Dalam hal ini, katanya, pasien harus yakin bahwa gejala-gejala gangguan jasmaninya hanya bersifat psikologis. Artinya dokternya pun yakin berdasarkan data obyektif dari hasil laboratorium. Makmuri mengatakan terapi spiritual sulit dilakukan pada pasien dengan kepribadian kurang matang serta rendah inteligensi emosinya. (rab) �COPYRIGHT 1998 BISNIS INDONESIA PT Jurnalindo Aksara Grafika --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
