He he he
Perihal buku juga adalah sebuah pilihan Eyang.. Saya kira saya tidak menghakimi benar atau salah pilihan orang, saya hanya menyampaikan sebuah pandangan.. kenapa eyang yang konon telah memakai buku diri sendiri namun isi kalimat2 Eyang terasa agal? Sama dengan pengajaran bahwa untuk menunjukkan sifat rendah hati, tanpa nama diri.. seseorang menyebut diri Abdullah.. abdi allah.. , namun ternyata oleh kaum khos disebut sebagai sifat yang tidak benar.., sombong, karena dengan demikian justru telah meng-adakan diri dihadapan hYang Maha Ada? <<so, jika Mas merujuk kepada buku ini dan buku itu...hapunten, saya ndak paham...maklum Mas, saya ini sudah tidak baca buku itu lagi...semua sudah saya upayakan untuk jadikan buku dalam diri...sebagai mana USWAHnya Rasululloh, yaitu AQ berjalan...:-)>> Saya menunjuk buku karena buku2 tersebut saya anggap benar, paling tidak saat ini.. dan merasa ilmu diri sendiri masih betapa lemahnya.., sungguh beda dengan pencapaian yang telah Eyang Semar rasa capai.. Bagi saya, selama KLILIP kebodohan batin dan ketidak tahuan masih menyelimuti diri dari kebenaran sebagaimana dicapai oleh seorang Buddha, maka selama itu saya masih akan belajar dari orang lain.. dan belum berani hanya 'menyembah' buku diri sendiri. Sebagaimana disampaikan oleh Guru DaFa bahkan rajadewa langit yang bagaimanapun juga masih tersesat dalam memahami kesejatian yang lebih tinggi dari tingkatannya. Dumrojog tanpa larapan Eyang Semar menulis bababibu terhadap pilihan jalan fikiran dan keimanan saya dalam memberikan komentar atas undangan Eyang Semar sendiri.. seolah saya telah berbuat apa.. Dengan tanpa praksangka, iseng-iseng saya tanya baik-baik perihal pemakaian nama kind evil, kenapa dijawab seperti itu? Apakah menurut Eyang Semar itu adalah jalannya para mereka yang berbudi bowo leksono? Jadi saya kira, alih-alih kita bertukar pandangan.. untuk saling melengkapi.. dan mendekatkan tali silaturahmi.. saya kira dialog ini tidak perlu kita lanjutkan. Jadi mohon hapunten atas segala kekilafan diri ini, kecuali.. Eyang Semar dengan AQ berjalannya mau membuka simpul kata-kata ini ; yonionrasosati. Salam, Sunar i From: semar samiaji [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, October 22, 2008 3:58 PM To: sunari Cc: [email protected] Subject: RE: Mas Sunari...Menemukan Tuhan di Las Vegas Boulevard he..he..he..he...koq panggil eyang?..he..he..he.he...nama saya semar samiaji, banyak kawan panggil saya aji.... begini Mas....dalam kita berdiskusi seperti ini, terlebih lagi bicara ttg keyakinan, TIDAK ada kamus di saya adalah BENAR atau SALAH...kata YAKIN tidak serta merta itu adalah BENAR atau SALAH....yang memberikan PUTUSAN AKHIR benar atau salah adalah YMK...sedangkan, ujudnya ya ada di setiap diri manusia.... {apakah saya telah berbuat sebagaimana yang Aji sebut tersebut? Bukankah yang saya ajukan hanya lah semacam alternative saja, benar menurut keyakinan saya?, tidak bolehkan seseorang menyampaikan hal demikian?, jadi seharusnya Aji tidak perlu bicarakan soal kamus hidup segala} dengan konteks demikian, maka saya menjadikan diri adalah BUKU...yaitu, sekumpulan riwayat sejarah perjalanan diri atas KESADARAN DIRI menjalankan KEYAKINAN di atas KETULUSAN kepada YMK....so, sangat jelas, ndak ada istilah salah atau benar bagi saya, terutama dalam proses ini..... {itu adalah pilihan diri sendiri, kalaupun orang lain tidak menempuhnya atau menyampaikan secara demikian adalah juga sebuah pilihan} dalam konteks sebagai hidup dan kehidupan BERSAMA di atas muka bumi ini, dalam konteks di atas memberikan upaya ke diri semaksimal mungkin BERTOLERANSI kepada pilihan manusia lainnya...mau pilih keyakinan yang mana silahkan aja...SEPANJANG, NILAI-NILAI KEMANUSIAAN yang diujudkan TIDAK membawa kesusahan atau menzalimi manusia lain yang TIDAK berkeyakinan sama dengan diri....karena itu, BUKAN buah dari manusia yang berproses tuju kesujatian manusia atas RIDLO ILLAHI...justru, yang diminta dan menjadi buahnya adalah AKHLAK YANG MULIA...BUDI PEKERTI YANG LUHUR...walau pun di tengah2 PADANG TANDUS...he..he..he..he..he...apakah iya Rasululloh diturunkan untuk membawa AJARAN?..kalau iya silahkan...kalau ndak ya silahkan...yang ada di buku diri ini adalah Rasululloh diturunkan untuk beri SURI TAULADAN hidup dalam kehidupan... {disini Aji menyebut soal TOLERANSI, saya menangkap kesan bahwa Aji mengatakan agar saya harus bertoleransi seolah hanya Aji seorang yang memakainya} so, jika Mas merujuk kepada buku ini dan buku itu...hapunten, saya ndak paham...maklum Mas, saya ini sudah tidak baca buku itu lagi...semua sudah saya upayakan untuk jadikan buku dalam diri...sebagai mana USWAHnya Rasululloh, yaitu AQ berjalan...:-) maka, sujatinya apa yang saya sampaikan beberapa point di bawah merupakan PENGALAMAN dari mengembara ke sana-sini bersilaturahmi dengan berbagai keyakinan yang ada di Indonesia...dan ada juga yang berasal dari luar Indonesia...itu semua, saya sarikan menjadi demikian...itu BUKAN satu maksud untuk menyatakan keyakinan pihak lain salah atau benar...itu memberi warna aja....bahwa, banyak lho bentuk2 ajaran SAAT INI...hanya, yang mana sih yang ada BUAHnya di muka bumi ini...eh ternyata, buahnya AKHLAK atau dalam bahasa Indonesianya BUDI PEKERTI....:-), makanya saya ndak akan rujuk sana sini kecuali diri sendiri untuk lakukan dengan kesujatian sebagai manusia...hanya itu sich yang saya jalani, jadi BUKAN ajaran itu sendiri :-) dan dengan ini, maka saya ndak perlu kaji ttg Tuhan...cukup di hati dan kesadaran diri, biarlah Tuhan yang akan tentukan atas keyakinan saya ini..he..he..he..he..he... tentang kind evil..he..he..he..he..kalau konteksnya seperti di atas, Mas akan tahu sendiri..he..he..he..he..he... {saya tidak mau ber SPEKULASI atas pemikiran orang lain, sedang yang diungkapkan dengan nyata saja bisa terjadi salah tafsir, apalagi diminta mereka-reka, tentu tingkat ke-akuratannya akan rendah, kan tidak perlu testing untuk menyatakan kebenaran hal seperti ini} salam, ss From: semar samiaji [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, October 22, 2008 2:20 PM To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED] Subject: To: Mas Sunari...Menemukan Tuhan di Las Vegas Boulevard Mas Sunari..apa kabar? sudah lama kita tidak berdiskusi ya :-)....ok Mas, saya beri warna sebagai berikut: "saat manusia masih berupaya dekat dengan Tuhan, maka sujatinya Tuhan belum dekat dengannya...saat manusia tidak membicarakan tentang Tuhan, maka sujatinya Tuhan sudah dekat dengannya ATAU manusia itu sudah putus sama sekali"... hanya ini sich Mas.... salam berbagi, ss __,_._,___
_______________________________________________ Tasawuf mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/tasawuf
