Monggo..bapak SUnari.., boleh beda...pendapat..yaaa.
Bapak Haji..sudah mencoba sowan ke rumah Tuhan yang ada di setiap kepala Manusia ? Pengajaran dari kepercayaan Radhasoami alias SantMat yang menundang umat manusia untuk membuktikan perjalanan ke 'dunia dalam' dalam laboratorium tubuh manusia, melewati pintu cakra ajna (cakra mata) yang ada diantara dua alis.. sebuah titik luar yang menuju ke pineal body didalam kepala.. membuktikan adanya berbagai tingkat dunia dalam yang suci murni dan terang.. bertemu dengan satguru (guru sejati), tak kuasa untuk berseru sooohaaang 'itulah aku', lalu meleleh lebur menyatu dalam sang nama yang sejati satnam. Berikut adalah artikel dari perguruan FalunDafa sehubungan dengan lokasi 'tuhan disetiap' kepala.. he he he. Dikatakan; saat dimana jarak antara hamba dan tuhan terdekat adalah dikala sujud.. karena di saat seperti itu kesadaran seharusnya berada di kening, yaitu bertemunya kening dengan tempat sujud.. lalu dilantunkan ; mahasuci dan maha tinggi engkau ya allah dan saya memujiMu.. subhana robbyal a'la wabihamdih(i). Saya tidak merasakan adanya sesuatu ganjalan perbedaan Pak Sudrajat, dan jikalaupun ada.. mungkin itu hanya sebab kebodohan saya saja, jadi tidak apa-apa, kita bukankah masih ingat bahwa adanya perbedaan itu adalah bukti nyata keindahan alam semesta ini. [1/2] Kutipan dari Kumpulan Pemahaman 2003 "Pemandangan di Ruang Dimensi Lain yang Terlihat oleh Pengikut Kecil" Dalam perjalanan ke sekolah, mata ketiga saya sering melihat Yuan Shen sejumlah orang yang [seharusnya] berada didalam Istana Niwan sudah tidak tampak lagi, yang berdiam didalam sana semua adalah hantu [/siluman], dipandang dari permukaan adalah seorang manusia, [tetapi] sebenarnya adalah hantu [/siluman]. Sejumlah orang yang berjalan di jalanan juga adalah hantu. Ada sebagian orang lagi Yuan Shennya berada di luar tubuh, mereka sepanjang hari berteriak menangis ingin pulang, akan tetapi [sang] hantu tidak mengizinkan mereka pulang. Para Yuan Shen itu kemudian menarik erat bajunya, kemanapun tubuh fisik berjalan, Yuan Shen selalu mengikutinya. Sekarang ini, hanya melalui praktisi mengklarifikasi fakta sebenarnya kepada orang-orang tersebut, niscaya setelah Yuan Shennya sadar kembali, hatu-hantu itu akan tercerai-berai sendiri, [sehingga] Yuan Shen [dapat] pulang kembali kedalam istana Niwan. Pernah suatu kali, tiba-tiba turun dari langit sebuah lonceng besar (paling besar) kedalam ruang tamu rumah saya, jarum detik kurang sepersekian detik lagi telah sampai pada jam 12, setelah melihat pandangan tersebut, lonceng besar menuju kembali keatas langit. Saya mengetahui ini adalah peringatan dari guru, bahwa saya harus menyayangi waktu, bersamaan itu juga, memperingatkan sesama praktisi, harus menggunakan waktu sebaik-baiknya cepat-cepat untuk mengklarifikasi fakta sebenarnya. YuanShen=jiwa, Zhu Yuanshen-kesadaran Utama, Fu Yuanshen-kesadaran sekunder (DaFa: jumlahnya tidak selalu sama, ada yang 4 ada yang sampai 7, kelamin yuanshen tidak selalu sama dengan tubuh fisiknya) [2/2] Kutipan dari buku Zhuan Falun, Ceramah-9 Niat Pikiran Berbicara tentang niat pikiran, juga berarti kegiatan pemikiran kita selaku manusia. Bagaimana pandangan komunitas Xiulian terhadap niat pikiran manusia yang melakukan kegiatan pemikiran dalam otak? Bagaimana pandangannya terhadap bentuk pemikiran (=niat pikiran) manusia yang berbeda? Bagaimana cara manifestasinya? Ilmu kedokteran modern dalam riset otak manusia, punya sangat banyak pertanyaan yang masih sangat sulit dijawab, karena tidak semudah seperti yang berada pada permukaan tubuh kita. Pada tingkat yang dalam, pada ruang [(=alam)] yang berbeda selalu punya bentuk [manifestasi] yang berbeda. Tetapi juga tidak seperti yang dikatakan oleh sebagian master Qigong. Sebagian master Qigong, dia sendiri juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, mereka tidak dapat menjelaskan. Mereka menganggap sekali otak mereka bergerak, sekali niat pikiran timbul sudah dapat melakukan sesuatu, mereka lalu berkata adalah pikirannya yang melakukan, niat pikirannya yang melakukan, sebenarnya sama sekali bukan niat pikirannya yang melakukan. Kita bicarakan dulu sumber asal dari pemikiran manusia, Tiongkok kuno ada sebuah ungkapan yang disebut "terpikir hati." Mengapa disebut terpikir hati? Ilmu pengetahuan Tiongkok kuno sangat maju, karena ia langsung ditujukan pada tubuh manusia, jiwa, alam semesta dan sebagainya dalam melakukan riset. Ada orang yang memang merasakan hati yang berpikir, sedang orang lain merasakan otak yang berpikir. Mengapa dapat terjadi situasi ini? Yang mereka katakan terpikir hati juga masuk akal, karena kami melihat Yuanshen manusia biasa adalah sangat kecil, informasi yang benar-benar dipancarkan otak manusia, bukan otak manusia itu sendiri yang berperan, bukan otak itu sendiri yang memancarkan, melainkan Yuanshen manusia yang memancarkan. Yuanshen manusia bukan [selalu] hanya menetap di Istana Niwan. Istana Niwan yang disebut oleh aliran Tao adalah yang dikenal oleh ilmu kedokteran modern kita sebagai pineal body. Jika Yuanshen berada di istana Niwan, maka kita memang merasakan otak yang berpikir, yang memancarkan informasi, jika berada di hati, memang merasakan adalah hati yang berpikir. Tubuh manusia adalah sebuah alam semesta kecil, sekian banyak makhluk berjiwa dari praktisi Gong semua mungkin mengalami suatu efek perubahan posisi. Jika Yuanshen mengalami perubahan posisi, dan pindah ke perut, maka dapat terasa memang [seolah] perut yang berpikir. Jika Yuanshen pindah ke betis atau tumit, maka akan terasa betis atau tumit yang berpikir, dijamin adalah demikian, terdengar sangat berlebihan. Ketika tingkat Xiulian anda tidak terlalu tinggi anda akan merasakan adanya fenomena ini. Tubuh manusia jika tidak ada Yuanshen, tidak ada tabiat, watak, karakter, bila tanpa semua ini, hanya merupakan sepotong daging, dia tidak akan merupakan seorang manusia yang lengkap dengan kepribadian mandiri. Jadi apa fungsi dari otak manusia? Jika menurut saya, otak manusia pada bentuknya dalam ruang fisik kita ini, ia hanya merupakan sebuah pabrik pengolahan semata. Informasi yang tulen adalah dipancarkan oleh Yuanshen, tetapi yang dia pancarkan bukan berupa bahasa, yang dia pancarkan adalah suatu informasi alam semesta, mewakili arti tertentu. Otak kita setelah menerima perintah, kemudian diolah menjadi bahasa kita sekarang ini, bentuk penyampaian seperti ini. Kita menyampaikan melalui isyarat tangan, ekspresi mata, dan segala gerakan, otak semata-mata punya fungsi seperti ini. Perintah yang tulen, pemikiran yang tulen adalah dipancarkan oleh Yuanshen manusia. Acap kali orang lalu beranggapan adalah otak yang langsung berperan secara mandiri, sebenarnya kadang-kadang Yuanshen berada di hati, [sehingga] ada orang yang merasa memang adalah terpikir hati. Sekarang ilmuwan yang melakukan riset tubuh manusia beranggapan, yang dipancarkan otak manusia adalah sesuatu yang berbentuk seperti gelombang listrik, sebenarnya apa yang terpancar sementara ini kita tidak bicarakan dulu, tetapi mereka mengakui itu adalah suatu eksistensi materi, jadi bukan takhayul lagi. From: Sudrajat [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, October 22, 2008 1:33 PM To: 'sunari'; [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Cc: 'Adam Permasha'; 'Gus dur'; 'Abu M. Pamungkas'; 'Djuki RKM'; 'Syafroni (Engineering)'; 'Kajian Islam'; 'Adang Nugraha'; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 'Palgunadi'; 'agussyafii'; 'Nuniek IDSRGSLS SUPRT'; 'ROSIDI'; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 'Made Giri Irawan (Production, Mbai)' Subject: Menemukan Tuhan di Las Vegas Boulevard -- > Aku menemukan Tuhan.............di mana mana. Salam kenal juga. Bagi saya , terutama bagi kita yg mengaku spritualis sejati, saya kira tidak perlu terpengaruh atau terbawa emosi dengan pendapat dan pernyataan siapaun termasuk dari teman kita. Karena saya menanggapinya tanpa persepsi, kalau istilah sufiinya kita masuk kedalam dimensi fana, dipuji tidak besar hati di caci tidak kecil hati. Semoga kita selalu Terima kasih -- > dari seorang sahabat Di Jakarta. ------ +++++ Dear bapak Sunari Cs.., bapak H. Bharata Cs. Menemukan Tuhan ?? -- LAGU BOULEVARD..lagu wajib saya bapak. Ya...boleh juga..sah dan wajar juga. No Problem...and saya akan coba mengerti. Sedikit..dari saya yang belum menemukan Tuhan..dan Tidak urusan TUhan mau di beri kata/nama apa saja. - Biarlah..saya/kami/mereka..ber main - belajar..dengan pengetahuan mereka saat ini. Ber main main..dengan kesadaran Pikiran saat ini. - Silahkan menyatakan salah dan benar.., kejelekan dan kebaikan. Silahkan seandainya ada yang merasa lebih baik - lebih benar..- lebih tinggi ilmunya. Sedikit diperlukan ke arifan diri untuk : tidak memaksakan kehendak, menghormati..kode etik..misal tolong saya jangan dikirim email seperti ini..maka kita wajib menghormati permintaan saudara kita ini. - Biarlah...seperti itu apa adanya. Sedikit yang perlu di waspadai..ber hati hati...mengotori batin dan pikiran akibat pergaulan bebas.termasuk di millist ini. Hk.Kausalitas pasti akan secara otomatis..bekerja..dengan cepat - adil ..menimpa balik kepada siapa saja yang mengganggu keseimbangan - keharmonisan ini. --> dan ini bukan pekerjaan dari kesadaran manusia yang terbatas..UNTUK MENILAINYA. kemampuan kita.manusia HANYA MENCOBA MERABA...MUNGKINKAH SEPERTI INI. - MANUSIA SIAPA YANG SUDAH BERTEMU TUHAN ? YANG SUDAH TAHU RENCANA & KEHENDAK TUHAN ? Dan......saya menemukan Tuhan. == IKUTAN...AH..BIAR SERU.( sedih senang sambil ter haru haru ) 1. ada di dalam setiap tanaman.. , maka saya hidupi mereka..dan saya rawat..dengan baik sesuai yang bisa saya lakukan 2. ada di setiap hewan .., maka saya hormati hak hidup mereka..dengan baik.sesuai yang saya bisa lakukan 3.ada di setiap mineral.., maka saya hormati kesadaran hidup mereka dengan baik..sesuai yang bisa saya lakukan 4. ada di setiap manusia.., maka saling mengasihi - menghormati ..- saling tolong menolong ...memberi simpati & empati DENGAN DEMIKIAN...SAYA (KESADARANKU SAAT INI ) SUDAH MERASA MENEMUKAN TUHAN DAN SEKALIGUS MENYEMBAH TUHAN. -- ALIAS..JADILAH SAYA..SEORANG AGNOSTIC BIN ...ATHEIS...BINTI KAFIR. Waaah.....saya tulis apa..., ngawur saja. yaaa wis itu saja dulu. Monggo..bapak SUnari.., boleh beda...pendapat..yaaa. Bapak Haji..sudah mencoba sowan ke rumah Tuhan yang ada di setiap kepala Manusia ? Slaman Slumun Slamet. Imam Sudrajat -----Original Message----- From: sunari [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, October 22, 2008 12:05 PM To: [email protected] Subject: Menemukan Tuhan di Las Vegas Boulevard Pagi ini saya mendapatkan kiriman berjudul Tuhan di Las Vegas Boulevard. Saya kira diantara isinya ada yang dapat kita perbincangkan bersama. 'Tuhan' yang ditemui oleh penulis di LA tersebut ternyata adalah sebuah kondisi 'KEHARMONISAN' dan 'KEBERSAMAAN' Mengingat firmanNYA yang 'AKU adalah sebagaimana persangkaan hambaKU' maka boleh-boleh dan sah saja penulis menyangka tuhan sebagai keharmonisan dan kebersamaan, bagi kita tentunya SIFAT yang demikian hanyalah bagian daripada SIFAT Nya, sebagian dari FAKULTAS yang dimilikiNya. Sebagaimana juga diungkapkan oleh 'tuhan' kepada Neale Donald Walsch yang dituliskan dalam trilogy Uncommon Conversation, Dialogue With God. Dapat dikatakan bahwa PADA AWALNYA tidak ada itu WAJIB dan tidak ada itu LARANGAN. Timbulnya WAJIB dan LARANGAN. Dalam jalan rohani apapun adalah karena adanya TUJUAN. Jika manusia dapat ingin kembali ketempat asal dimana pertama kali diciptakan, yaitu alam yang suci murni, maka dia harus menjadi sesuci dan semurni tingkat alam yang dituju. Dan yang demikian hanya dapat dicapai dengan jalan pembinaan diri, jalan bhavana, jalan xiulian. Dan demi agar tujuan tersebut dapat terlaksana maka lalu timbullah adanya HUKUM WAJIB dan LARANGAN. Dalam jalan rohani apapun.. adalah demikian. Tidak ada jalan rohani yang sejati dan lurus yang mengajarkan praktisinya bahwa dengan pola jalan hidup semaunya dan kemudian dikatakan dapat kembali mencapai menjadi satu dengan 'tuhan'. Walaupun secara eksplisit tidak tertulis namun penulis artikel menyampaikan bahwa tuhannya orang fpi adalah tuhan yang biadab. Disini saya mengajak dan memberitahu para sahabat sekalian.. jika kita memiliki salah pada tuhan kita.. itu adalah lebih mudah urusannya.. tetapi jika kita punya salah dengan 'orang lain', fihak lain, tuhannya orang lain.. he he he urusannya bisa-bisa menyusahkan. Penghujatan kepada Alloh oleh penulis dan saat ini kita saksikan bersama.. kita menjadi saksi atas hal itu.. dapat dikategorikan sebagai dosa seorang manusia kepada seorang dewa langit. Menurut saya itu bukan hal yang akan berlalu demikian saja dan tidak ada efek apapun. Mungkin kita tidak bertuhan pada apa yang dipertuhankan oleh orang lain, namun tidak benar jika kita melakukan penghinaan atau penghujatan. Saya kira ini adalah jalan Mulia yang harus ditempuh mereka-mereka yang mengharapkan mendapatkan kemuliaan. Sudah sangat nyata bahwa ayat ke-1, ayat Utama, yang merupakan intisari, yanga adalah hakikotul muhammadiyah bahwa segala tindakan dan perbuatan kita adalah kita persembahkan sebagai representasi perbuatan tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang.. saking sayangnya maka disampaikanlah sebuah jalan menuju ke diriNYA, diturunkanlah aturan2 wajib dan larangan. Siapa ingin menempuhnya diper-monggo-kan , siapa yang tidak ingin menempuhnya ya diper-monggo-kan, sudah jelas ayatnya bahwa tidak ada paksaan dalam agama.. namun kebanyakan manusia, karena kebodohan dan kebutaan hatinya , termasuk diri saya ini selalu saja berbuat mendholimi diri sendiri. Seperti menganggap tuhan Alloh sebagai tuhan yang biadab tersebut.. masya alloooh. Maka umat islam harus ingat pada misi diturunkannya agama sebagai RAHMATAN LIL 'ALAMIN, harus ingat bahwa kehadiran sosok kanjeng nabi sebagai USWATUN HASANAH. Hal-hal lainnya.. jika bertentangan dengan hal Utama ini.. seharusnya batal secara hukum. Jika diantara umat ada yang membenarkan tindakan terror sebagai wujud perjuangan membela tuhan, maka kita juga tidak dapat menyalahkan jika ada orang yang menulis ; ketemu TUhan di LA., karena saya baca.. sang guru sufi pun berkata; kemanapun sang Guru memandang, yang tertampak adalah wajahNya. Bagaimana pendapat dan komentar para sahabat sekalian? Silahkan.. Jika tidak ada yang menyahut.. berarti.. tidak ada yang membaca dan cukup sekian.. he he he Salam, Sunar i From: wbharata [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, October 22, 2008 10:44 AM To: wbharata Subject: Tuhan di Las Vegas Tuhan di Las Vegas Boulevard Terlahir sebagai muslim untuk kemudian hidup begitu lama di negara yang mayoritas non muslim seperti saya, Habe di Amerika, tantangan demi tantangan tentu datang silih berganti. Terakhir saya sadar bahwa akar religi saya hampir punah ketika mengisi kolom agama di facebook. Saya bimbang apakah akan mengisi Islam atau mengaku sebagai agnostik ( katanay sih masih adik kandungnya Ateis dan sepupunya komunis ) Atau barangkali daya tarik bahaisme membuat saya ragu ragu untuk mengaku sebagai muslim? Lalu kenapa saya begitu menyukai sang Isa dibandingkan semua pahlawan Islam? Mungkin saya menemukan esensi nirvana di muka para cina di klenteng mereka chinatown Seattle sana ? Akhirnya saya mengisi kolom kepercayaan : Jainisme. Kepercayaan saya pada sang khalik saya tunda sampai menemukan sang hakekat yang sesungguhnya. Pada dasarnya semua aktifitas manusia adalah mencari ketenangan. Orang berlomba mengejar materi lantaran mereka takut hidup miskin lantaran kemiskinan adalah sumber semua kegelisahan. Tapi akar kegelisahan saya selama ini adalah lantaran perburuan saya pada sang absolut selalu mementalkan saya pada kebebalan yang sama. Tuhan yang saya temui di agama sendiri adalah bermuka teroris seperti sangarnya orang FPI. Sejak September 11 2001 saya mengalami perubahan iman yaitu saya menolak sholat dan tunduk pada tuhan agama yang biadab. Di balik jaringan neuron, sebagai pelampiasan saya ciptakan tuhan artifisial yang penuh cinta yang tidak perlu ancam mengancam dan memberikan kebebasan bagi mahluknya buat menyembah apa saja asal mereka tidak baku bunuh, merusak, menipu, merampas dan menolak semua kejahatan terhadap kemanusiaan. Saya namakan DIA "Deis sang super humanis" Apakah saya telah menemukan ketenangan? Berjalan di depan Bellagio hotel and casino di Las Vegas Boulevard Sabtu sore tadi diantara ribuan manusia lalu lalang, saya saksikan sebuah keharmonisan kebersamaan. Wajah para bule dan asia. Cina dan timur tengah. Kulit hitam dan kulit cerah. Perempuan berbaju seksi dan perempuan India yang berbaju sari. Kakek renta menggiring masuk cucunya ke pintu masuk hotel Paris melindungi estafet keturunannya dari deraan hawa panas summer yang menggila. Bis jurusan downtown sang supir sibuk menaikan seorang handicap yang lengket di kursi rodanya La Baik, wajah sang deis saya temukan di kota judi ini. Lalu saya merasa agak tenang tentu saja summer of 2008 Habe
_______________________________________________ Tasawuf mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/tasawuf
