On Fri, 15 Oct 2004 21:35:56 +0700, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Yang kepikiran oleh saya itu sang "camera" dipasang di mobil. > Jadi selama mobil kita jalan, dia "melihat" ke kanan/kiri, > sambil ngambil kode2 sema itu dan memberikan informasi > kepada pengendaranya. (Mungkin pakai text to speech supaya > sang pengemudi bisa mendengarkan infomnya, nggak baca.) > > Mobil: "... baru saja kita melewati Starbuck di Jl. Thamrin".
Wah pak... semacode-nya sebesar apa yang dipasang di Starbuck nantinya? Sistem seperti ini rentan dengan kesalahan, karena: 1. kamera harus bisa mengenali scene yang ditangkap bahwa ada obyek semacode di dalam scene tsb 2. begitu kamera mengenalinya, kamera melakukan auto-focus ke obyek tsb 3. sebelum kamera sempat memfokuskan, mungkin obyek sudah hilang dari scene karena mobil tetap berjalan 4. kalaupun bisa memfokuskan, kemungkinan salah interpretasi sangat besar. Semacode adalah image dan image ini dibaca dari jarak yang relatif jauh. Karena dibaca dari jauh, ada detail2 yang tak terbaca. Apalagi kalau ukuran sensor kamera cukup kecil. Sistem ini juga mahal karena setiap mendeteksi semacode, mesin akan selalu meminta info ke jaringan... ini butuh ongkos.... Sistem navigasi berbasis GPS tidak perlu biaya selain modal beli mesinnya. Di samping itu, maling2 bisa ijo matanya lihat kamera begini di mobil. :-)
