On Fri, 24 Dec 2004 18:52:08 +0700, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> PS: saya pribadi sih tidak masalah dengan LaTeX karena
> sudah pakai sejak lama (untuk thesis), bahkan dulu sempat
> terpakai pakai troff [dan keluarganya: nroff dan groff]
> karena ada jurnal yang hanya terima pakai *roff.
> (O'Reilly pun dulu pakai troff.)
> 
> Masalahnya adalah anggota tim penulis yang belum pernah
> pakai LaTeX. Ada yang mempertanyakan hal ini dan
> menganalogikannya seperti pakai text-based Linux
> (atau pakai twm) padahal sudah ada KDE & GNOME :)

Kalau saya pengalaman bikin buku (manual) dg tim zg terdiri dari
banyak orang, lebih suka pakai tool seperti LaTeX (DocBook) dg front
end LyX (ada di Linux, FreeBSD, dan Windows, sudah native).

Terutama kalau tidak ada orang yg dibayarin  buat ngelayout.  Pernah
mengalami mimpi
buruk pakai Word, karena dari tiap team punya format yg berbeda,
(misal model bullet, dan spasi bullet, dan ini ngabisin waktu untuk
meriksa konsistensinya.

Ngajarin penulis pakai LyX tidak sulit karena juga click, click click.
 Tingggal siapin aja
1 packet LaTex, dan template Lyx, untuk layout dsb. Lyx khan juga
jalan di MS Windows dan bisa modus "disconnect".

Pernah melakukan itu dg jumlah tim sekitar 30 orang. Dg Word processor
sulit jaga konsistensi format (mau Open Office atau MS Word).

Pilihan lain dengan Open Office template tertentu dia mudah difilter
utk ke format standard lainnya.  (misal voa OOOwrite converter)

Atau mau bikin aplikasi sekalian seperti www.celtx.com, berbasiskan gecko

IMW

Kirim email ke