On Fri, 24 Dec 2004 22:52:30 +0900, baskara <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > On Fri, 24 Dec 2004 20:17:06 +0700, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: ... > > Dulu juga pakai Scientific Word juga nggak sreg > > karena backendnya pakai TeX. Jadi bingung kalau > > mau ngehack outputnya. ... > Untuk pemakai Windows, install saja Miktex. ...
Masalahnya (untuk saya) bukan itu. tepatnya adalah saya mengerti LaTeX tapi masih belum mengerti TeX (meskipun saya punya buku Lion-nya Knuth). Terlalu low-level. Jadi nggak ngerti kalau liat kode TeX buatan orang lain. (Mungkin perasaan yang sama kalau orang tidak biasa pakai perl melihat kode perl orang lain.) Kalau untuk latex, saya pakai cygwin. Editnya (di Windows) ... pakai vi-nya cygwin atau gVim. > Di dalam paket miktex juga ada example untuk buku. Akan tetapi, kalau > ingin dengan style sendiri, pak Budi sendiri yang harus membuat > template-nya (plus tutorial cara mengcompile). :-) Terus terang saya malas buat style sendiri (dan memang nggak pinter buatnya), jadi pakai style orang lain. Style yang datang dari distribusi tetex, cukup lumayan, tapi saya kadang-kadang kurang senang. Maklum, seperti pernah saya tuliskan, saya senang gonta ganti fonts hanya untuk nambah semangat saja. Setelah selesai sih balik lagi pakai fonts standar. Untuk tulisan yang saya buat pakai LaTeX, ada yang online misalnya: http://budi.insan.co.id/books/thesis/ (Ini panduan untuk menulis thesis) Tapi ... balik lagi, saya masih belum tega untuk memaksa semua pakai LaTeX (kecuali untuk mahasiswa saya, he3x) -- budi
