On Sat, 8 Jan 2005 13:07:58 +0700, N e o <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> At 17:40 +0700 1/7/05, Firman Pribadi wrote:
> >On Fri, 7 Jan 2005 11:11:39 +0100, Ikhlasul Amal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >>          ... Jika tidak, media (populer) akan memilih tokoh lain yang
> >>          omong sederhana, sekalipun (sayangnya) salah.
> >hal ini kadang membuat saya bingung,
> >apakah dimedia itu (persempit ke mass media di indonesia) tidak ada
> >yang namanya QC atau apalah namanya, sebelum sebuah berita di publish?
> 
> saya pernah membaca bahwa apa yang ditulis media itu adalah cerminan
> masyarakat pembacanya. kalau memang berita gak betul masih tetap
> dilahap dengan nikmat, ya berarti emang begitulah sikap
> masyarakatnya. ini bicara mayoritas ya, karena akan tetap ada yang
> kritis, namun sayangnya jumlahnya belum mencapai critical mass untuk
> mengubah isi dari media massa sekarang.
> --

sepertinya pengawasan di media-media seperti KOMPAS memang sangat kurang...
kalo saya perhatiin begini: sekali aja seorang penulis dipercaya, 
selanjutnya apa yg ditulis gak akan dikoreksi lagi.. dibiarin.. mo
ngawur, tata bahasa ada yg salah, tetap aja dibiarin.. lihat saja
halaman IT di KOMPAS sebagai salah satu contohnya..

-- 
Ben
http://bennychandra.com/2005/01/06/trackback-spam/

Kirim email ke