On Sat, 8 Jan 2005 20:18:58 +0700, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
<!-- deleted -->

> Tapi ... biarlah. Nggak harus berubah kok.
> Hanya perlu mengerti saja bahwa ada cara pandangan
> yang beda sehingga media memilih nara sumber yang
> menurut mereka lebih accessible (at the cost of not
> being correct!?%#@).
> 
> Jadi jangan marah kalau mr. gbt jadi nara sumber.
> whuahaha...  Ok folks?
> 
> -- budi
> 

kasus-kasus kayak gini kan sebenernya klise.
dari jaman baheula..
antara "orang teknik" dengan "orang marketing"
orang teknik bilang orang marketing nggak tau apa2x..
bisanya ngomong doang.. etc.etc..
orang marketing bilang orang teknik nggak ngerti apa2x juga
tentang pasar, how to sell, etc etc.. :D

gimana kalo kita bikin program pendidikan yang namanya
Marketing For Technician atau Technical Studies For Marketing..
atau mungkin udah ada? atau sayanya yg kuper?

ps: mas Budi, bukannya ada Donny BU yang kadang lebih berbicara "awam"
daripada berbicara teknis ?

-- 
Bi[G]
http://www.adypermadi.com
Y!:br4ind4m4ge
Gmail:[EMAIL PROTECTED]
----------------------------------------

Kirim email ke