untuk 'display' menjadi 'tampilan' kalau menurut saya itu masih bisa
diterima, soalnya langsung mengena :D yg menurut saya jgn dipaksakan
itu adalah istilah2 yg memang nggak ada istilah umumnya dalam bahasa
indonesia, yang kalau dipaksakan jadi seperti kandar (drive)... ini
asalnya bahasa melayu kalau nggak salah? ada di kbbi katanya...

atau "email" yg merupakan singkatan dari _sesuatu yg baru_ (surat
elektronik), kalau dipaksakan jadi surel/pos-el  kok nggak kena,
karena rasanya istilah e-mail ini sudah umum sekali (mendunia)... saya
kurang tau juga, tapi apa ada negara yg menerjemahkan e-mail (bukan
electronic mail) kedalam bahasanya?

jadi, saya kalau menulis 'drive', 'mouse', e-mail' , 'wizard', itu
nggak pernah diubah2... paling-paling saya tambah catatan yg
menerangkan arti istilah2 tsb. kalau memang dirasa perlu...

kalau "monitor" bisa diterima, kenapa yg lainnya tidak? rasanya wajar
memasukkan bahasa lain kedalam kamus kita kalau memang tidak ada
padanannya, atau ada tetapi tidak umum (seperti kandar & wisaya)...

utk 'awam' yg mencibir orang yg berlepotan dg istilah english, ini
saya mengerti... saya sendiri lebih suka menulis modem kabel daripada
cablemodem (walaupun tidak mencibir yg berlepotan english) :D ,
soalnya langsung mengena karena lagi2, tidak seperti "kandar" &
"wisaya"

* "modem" bisa diterima? atau ada 'terjemahannya' ?

ttg negara yg bersikukuh utk tidak terlalu menerima bahasa inggris
(perancis?), apa boleh dibandingkan dg negara kita? :D mungkin
perbendaharaan kata mereka memang sudah kaya dari dulu, berkembang
berbarengan dg bahasa inggris... saat ada teknologi baru atau fenomena
baru yg diberi nama dalam bahasa inggris, barangkali di perancis juga
ada yg sedang mengembangkan/menemukan... jadi saat mereka "memberi
nama" dalam bahasanya, masyarakatnya bisa cepat beradaptasi :)




On Sun, 9 Jan 2005 18:48:44 +0100, Ikhlasul Amal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Pada 09 Jan 2005, 23:28:11 +0700, ryl menulis (diringkas):
> >
> > kalau boleh komentar, saya nggak suka itu istilah 'kandar', wisaya,
> > 'tetikus' dan semacamnya di windows xp bhs indo... katanya supaya org
> > awam bisa lebih melek komputer? lha emangnya orang awam paham
> > 'kandar', wisaya dan 'tetikus'? =D
> 
>         Siapa saja boleh tidak suka atau suka, namun dalam hal dipakai
>         oleh orang awam, kita sebaiknya menghindari terlalu rendah
>         berestimasi. Di Belanda, yang penduduknya lebih banyak yang
>         mengerti Bahasa Inggris dibanding penduduk Indonesia, edisi
>         Bahasa Belanda masih lebih disukai. Apakah karena proses
>         penerjemahan mulus? Saya tidak bisa membandingkan secara
>         linguistik, yang jelas di lingkungan "orang-orang seperti kita"
>         (yakni yang sudah terlanjur belepotan dengan istilah asli
>         perkomputeran dalam Bahasa Inggris) mereka juga sering mencibir.
> 
>         Saya tidak tahu dengan "kandar" dan "wisaya", yang pernah saya
>         dengar "tayangan" lebih mudah dimengerti daripada "display".
> 
>         Jadi biarkanlah pemakai akhir (yang kita sebut "awam" itu) yang
>         protes. Kalau mereka tetap menerima dan dapat beradaptasi, apa
>         salahnya istilah baru tersebut dipakai?
> 
> > kenapa harus dipaksakan? menurut saya sebaiknya tulis aja bhs
> > inggrisnya, tapi dg dukungan help file bahasa indonesia yg bagus &
> > benar... bukan help hasil terjemahan dg transtool :D
> 
>         Sebenarnya yang tidak enak pada perubahan di menu. Misalnya:
>         apabila sebelumnya terbiasa Alt-F untuk "File" boleh jadi
>         berubah ke Alt-A untuk "Arsip" (seandainya "file" diterjemahkan
>         menjadi "arsip"). Itu yang menyulitkan pada saat awal-awal saya
>         menggunakan Windows XP edisi NL.
> 
> > karena 'kebanggaan berbahasa'? jepang nggak mengganti e-mail menjadi
> > "surel" atau "pos-el" (ntah mana yg benar), tapi mereka malah bisa
> > bikin iklan bahasa jepang yg menyebar ke seluruh dunia (ericsson)...
> 
>         Mau dicarikan contoh bangsa yang bersikukuh dengan bahasa
>         nasional dan menghabiskan usaha besar untuk menerjemahkan semua
>         materi asing menjadi bahasa mereka atau contoh bangsa lain yang
>         kompromi dengan bahasa asing, dua-duanya punya kans untuk maju
>         atau tidak. Yang lebih penting adalah sungguh-sungguh untuk
>         belajar.
> 
>         Otherwise, ujungnya kita akan mix seenaknya orang punya
>         languages zonder aturan... *%^%$#! Don't begitulahh....
> 
>         :-)
> 
> ---akhir kutipan---
> 
> --
> amal
> 
> Insufficient facts always invite danger.
>                 -- Spock, "Space Seed", stardate 3141.9
> 


--

Kirim email ke