boy avianto wrote:
> Belum lagi perletakan huruf-huruf di 'keyboard' yang sebenarnya sudah
> tidak relevan lagi dengan dunia digital karena perletakan huruf di
> 'keyboard' itu bukanlah karena alasan 'kemudahan pengetikan'. Tapi
> alasan mekanik yang jelas-jelas tidak releven saat ini.

Yeap age-old debate about Dvorak vs Qwerty.
Dulu saya pengen pernah nyoba belajarin Dvorak, tapi percuma
aja abis kalo ke lab, library, atau tempat laen, pasti keyboardnya
Qwerty, dan kalo udah biasa Dvorak jelas muscle memorynya pasti
switch ke Dvorak nggak ke Qwerty lagi. (mungkin ada ya yg bisa
switch begitu aja, tapi jarang)

> Nah, bukankah lebih nyaman kalau sebuah 'antarmuka' tidak perlu
> dipelajari lagi? Sudah ada begitu saja, tinggal pakai tanpa harus
> belajar. Contoh paling sederhana (walaupun agak rumit juga sih
> sebenarnya) adalah telpon. (Bukan ponsel tapi telpon tuts tekan model
> lama). Kebanyakan orang kan tidak perlu diajari cara menggunakan
> telpon model itu, tinggal tekan nomornya dan halo-halo.

Setuju banget, masi mikir2 gimanaa ya caranya pengen ngajarin
nyokap make email & maen MSN.


> Mungkinkah ada 'antarmuka' yang seperti itu? Kenapa saya mengangkat
> 'voice recognition' ala Star Trek karena di film Star Trek itu
> interaksi dengan komputernya alami sekali, tinggal bilang "Computer,
> where is our location?" dan langsung dijawab. Coba bandingkan dengan
> kita ingin menentukan lokasi dengan bantuan GPS.

Tentu saja mungkin, cuman aja mungkin masi nunggu 50-100 taon lagi
hehehe

> Kalau saya akan suruh dia pakai Mac. He he he.
> Nah ini sebenarnya permasalahannya, komputer jaman dulu (jaman dulu
di
> dunia IT itu berapa lama sih?) merupakan benda eksklusif, cuma
> orang-orang tertentu yang punya akses dan 'belajar' komputer itu
> merupakan sesuatu yang rumit dan eksklusif pula.

Oh jelas banget, biar geeks :-) berkoar2 gimana gampangnya
pake komputer tentu aja pasti masi ada orang yg merasa komputer
itu benda tersulit di dunia untuk dipelajari.

> Sekarang di jaman (yang katanya) informasi ini harusnya sebuah
> 'antarmuka' itu tidak perlu 'dipelajari' lagi. Intuitif, bahasa
> kerennya. Contoh paling bagus produk baru yang antarmukanya intuitif
> antara lain iPod dan iPod Shuffle. Tidak perlu belajar lama-lama bisa
> langsung manggut-manggut mendengarkan lagu.

Setuju banget, Apple itu meng-capitalise 'stylish & no brainer' market.

Imho market pertama Apple itu the stylish crowd yang tertarik dengan
barang2 stylish, termasuk laptop mereka, hence iBook. Market kedua
adalah 'no-brainer' crowd yaitu orang2 yang nggak mau pusing2 rftm.
"Stuff the manual! I just want to use it!" - ini motto mereka. Apple
recognise this, jadi mereka bener2 mikirin gimana caranya supaya
orang2 merasa *enjoy* untuk memakai barang2 tersebut, bukan malah
dahi jadi berkerut.

Kirim email ke