On Fri, 14 Jan 2005 09:22:00 +0700, N e o <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> At 19:34 -0500 1/13/05, boy avianto wrote:
> >
> >Belum lagi perletakan huruf-huruf di 'keyboard' yang sebenarnya sudah
> >tidak relevan lagi dengan dunia digital karena perletakan huruf di
> >'keyboard' itu bukanlah karena alasan 'kemudahan pengetikan'. Tapi
> >alasan mekanik yang jelas-jelas tidak releven saat ini.
> 
> ralat boy. peletakan huruf qwerty itu jelas-jelas untuk kemudahan
> pengetikan. maksudnya untuk memudahkan sales mengetik "typewriter" di
> jaman dulu, hehehe. btw layout dvorak pun belum tentu cocok buat
> mengetik dalam bahasa indonesia.

Ini kayaknya ada 2 versi yang beredar (abis googling dan wikipediist),
soalnya kemaren gue nonton di acara semacam "Myth Buster"nya Kanada,
versi yang diajukan adalah alasan mekanik. Key collision.

Tapi semua data-datanya baik yang mendukung teori 'kemudahan
pengetikan' dan 'mekanik' sama-sama vague. Jadi ya, apa adanya aja
lah. Yang jelas gue tetap berpendapat bahwa keyboard itu adalah
instrument input paling tidak manusiawi.

-- 
boy avianto @ gmail account
http://avianto.com/ - the archive

Kirim email ke