Kalo boleh tahu, kenapa bisa begitu?
Apakah karena tidak ada sarana internet yang memadai (asumsi: jurnal2/media itu
dibaca melalui
internet)? Sehingga males, karena lambat.
Ataukah karena mahal (asumsi: jurnal2/media itu tidak gratis)? Dengan tingkat
pendapatan yg
relatif sangat berbeda, membeli buku2 [ MISALNYA] akan cukup terasa mahal.
Belum lagi kendala
"credit card Indonesia suka dianggap haram" :(
Ataukah karena gaya hidup setelah tinggal di indonesia membuat kita berubah
banyak (contoh gampang
[MUNGKIN]: dulu di luar negeri apa2 mesti dikerjakan sendiri, kalau di
indonesia ada banyak
'pembantu')? Misalkan aja dulu di luar negeri jadi "engineer" (ngerjain
sendiri) sekarang di
Indonesia naik pangkat jadi "boss" (tinggal nyuruh bawahan) :)
Kebetulan saat ini saya juga sedang tinggal di luar negeri, yang akhir taun
nanti bakalan mudik.
"Ketakutan" saya yang pertama kali ... bahwa "bacaan" saya akan semakin
berkurang. Selama ini saya
banyak sekali "membaca website" yg dengan enak dilakukan (murah dan cepat).
James
--- Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> [ DELETED ]
> Dulu waktu di luar negeri, saya merasa bisa menjadi second
> layer di bidang saya. Maksudnya second layer itu adalah bukan
> orang yang ternama tapi bisa mengikuti bidang itu, bisa baca
> journal teknis, masih termasuk 100-200 orang yang bergerak di
> bidang itu. Tapi sekembalinya ke Indonesia, bacaan saya merosot.
> Mula-mula ngedrop IEEE transaction. Kemudian journalnya.
> Sekarang tinggal magazinenya (IEEE computer itu magazine dalam
> pandangan saya). Bahkan sebentar lagi turun lagi ...
> menjadi sekedar teknologi di Business Week.
> ... Holly snappin' Batman! ...
> Jika bahan bacaan dijadikan acuan, maka ilmu saya sudah mlorot.
>
> Demikianlah ... (apanya?)
>
> -- budi
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - You care about security. So do we.
http://promotions.yahoo.com/new_mail