Ben wrote:

Belakangan ini, media terkesan berlindung dibalik apa yg dinamakan
"hak jawab"... anggota masyarakat yang tdk terima/tdk setuju dgn isi
berita, dipersilahkan melayangkan surat protes sebagai hak jawabnya...
gak boleh langsung main demo, main pukul, dsb...
Adanya "hak jawab" ini kelihatannya cukup baik dan memberikan
perlindungan terhadap kerja wartawan,


Bukan hanya perlindungan terhadap wartawan, tetapi juga pendidikan masyarakat.

tetapi di sisi lain malah
membuat kerja wartawan menjadi agak gegabah... tdk sedikit yg asal
muat aja informasi yang diterima, gak dicek lebih detil lagi
kebenarannya... agak memprihatinkan memang. :(


Saya pikir, media tidak salah menerbitkan satu informasi, selama informasi tersebut memiliki sumber yang mau bertanggung jawab. Dan wartawan, sebagaimana ilmuwan, harus menyampaikan informasi apa adanya. Seandainya informasi tidak benar, yang salah adalah sumbernya atau kesalahan pada metode pengambilan beritanya. Selain itu, mungkin informasi yang diterbitkan baru berasal dari satu sumber sehingga tidak mencakup semua sudut pandang secara berimbang.

menyangkut soal mengurangi pengaruh buruk dari pernyataan2 ngawur si
pakar palsu di media, langkah nyata yg bisa kita lakukan adalah
mengcounter pernyataannya di media yang sama pula.


Setuju.

Salam,
-DiaN-

Kirim email ke