Ikhlasul Amal wrote:
Yup, malah yang bukan blog pun (situs berita, Wiki) berusaha
menyediakan sindikasi sekarang ini. Kecuali Detik.com, he...
he... sudah disindir sejak zaman id.or.id. ;-)
btw, apakah para wartawan yang bercengkrama di technomedia tak ada satu pun yang punya suara ke korporasinya masing-masing supaya situs beritanya menyediakan fasilitas RSS?
dulu reporter detik merespon kritik saya soal RSS detik, tapi intinya cuma dijawab detik butuh iklan, lho? RSS bukan untuk menghilangkan iklan!
*mancing wartawan media, kali aja ada yang lurking di sini*
-- Jay adalah Yulian http://yulian.firdaus.or.id
