Email dari Ben, 23 Feb 2005, 11:00:36 +0700:
>
> Hanya saja, bicara soal penghasilan itu yang kurang jelas. Dia menolak
> iklan. Apakah cukup mengandalkan dari sumbangan pembacanya? Mungkin
> bisa.
>
> Yg jelas, kalau di Indonesia kayaknya sulit deh mengharapkan hidup
> dari sumbangan pembaca blog kita.
>
---akhir kutipan---
Sebenarnya kan selama ini, di Indonesia juga, banyak penulis yang
hidupnya benar-benar mengandalkan dari lisensi penerbitan buku dan
sejumlah acara tidak rutin (pembicara di seminar, "workshop" misalnya).
Jadi bisa saja sambil menulis blog juga menerima pesanan pekerjaan dalam
bentuk tulisan. (Atau ini tidak sesuai dengan keterangan "full time"
dalam subjek email ini?)
Memang untuk kondisi di Indonesia faktor resikonya lebih tinggi, karena
di negara kita belum memiliki jaminan sosial yang baik. Kalau di negara
Barat bisa terbantu dengan adanya subsidi (pajak mereka dikurangi,
pungutan untuk fasilitas umum lebih murah, dll.), termasuk juga sikap
masyarakat yang menghargai (sampai dalam bentuk duit) karya yang
dihasilkan.
Waktu Jason menghadapi kemungkinan kasus dengan Sony di pengadilan,
banyak anggota masyarakat yang siap membantu donasi dan layanan hukum
gratis. Apakah di negara kita sudah sampai seperti itu kepedulian
masyarakat? (wah, ini sudah oratoris, nanti Boy akan menyebut kita punya
Pancasila...)
Yang jelas tantangan menarik. Boleh jadi mungkin juga terjadi di
Indonesia, dengan persiapan akrobat dan barangkali belajar trik
"stuntman". Lebih baik memilih berhenti kerja terus menjadi penulis
daripada mengajak orang membeli "marketing kit" kita (he... he...
maaf!).
--
amal
And miles to go before I sleep.
-- Robert Frost