Email dari enda nasution, 05 Mar 2005, 07:49:55 +0700:
> 
> oh beda boy. tags itu strukturnya flat. sesuatu bisa punya banyak tags
> tidak hanya satu. misalnya topik artikel dari Roy Suryo bisa kita
> kasih tags: roysuryo, berita, indonesia, pakar etc.
> 
> kedua, nama folksonomies diturunkan dari kemampuan orang lain
> memberikan tag pada sesuatu milik kita [folk]
> 
> di flickr misalnya, gue bisa ngasih tag ke photo-photo elu. di
> del.icio.us gue bisa ngasih tag ke bookmark yg orang save.
> 
> jadi tags bukan categories.
> 
---akhir kutipan---

Kalau dilihat dari sisi lain, tag ini seperti mengacak-acak "kemapanan".
Kategori cenderung berbentuk hirarkis, sehingga mudah dalam hal
pengorganisasian, namun "kurang egaliter".

Seperti halnya resiko kemapanan yang ditabrak, tag dapat menimbulkan
anarki jika pemakaiannya liar. Coba lihat di del.icio.us, dari mulai
perbedaan pakai "s" atau tanda hubung ("book" atau "books"?
"movabletype" atau "movable_type"?) sampai dengan perbedaan ungkapan
yang sebenarnya mengacu pada barang yang sama.

Apalagi jika oleh Enda disebut sebagai "berstruktur flat", rasanya
seperti mementahkan semua usaha keras para pembuat basisdata yang justru
ingin menghasilkan struktur relasional setelah puluhan tahun kesulitan
dengan struktur flat. :-)

-- 
amal

Adat diisi, lembaga dituang:
        mengerjakan sesuatu menurut kebiasaan yang terpakai

Kirim email ke