On Sat, 12 Mar 2005, ReymanX wrote:
> > yang bener aja. satu berita satu hari tentang itu masih gak masalah lah. 
> > tapi
> > kalau satu hari yang ada hanya berita tentang deface? kok seperti kurang
> > setoran aja ya. kaya gak ada berita lain yang lebih bermutu aja :(
> 
> Kalau asumsi publikasi = bahan bakar, sekalian aja diminta agar pers
> tidak lagi membuat berita deface berhubungan indo - malaysia. Walaupun
> informasi seperti ini membuat beberapa perusahaan lebih mengetatkan
> penjagaan servernya.

Rekan Arie dan rekan2 yth,

Sebenarnya kita tidak bisa menyuruh media untuk berbuat ini atau ini 
sesuai dengan keinginan kita. Meskipun hal ini kita pandang baik, belum 
tentu media mempunyai pandangan yang sama.

Hal ini bisa juga disebut kebebasan informasi dimana setiap orang berhak 
menyiarkan atau mendapatkan informasi sesuai tingkat intelektualitas yang 
dimiliki.

Lalu, ya disaring informasinya, kan yang mbaca koran A atau koran B 
tentunya dari kalangan yang berbeda. Jadi ya, idealnya masyarakat mampu 
menyaring sendiri dan dianggap mampu untuk belajar sendiri.

Tapi ya, namanya juga masih belajar, biasanya kan hip-hip kalo ada sesuatu 
yang baru.

thx
.dave "yang masih belajar, tapi malah ndak tahu kalo negara mo perang. 
Bah, perang ma sapa lagi?"

Kirim email ke