ya silahkan saja jika teman2 lebih "nyaman" menulis di blog. saya hanya
mencoba mengundang dan menjembatani teman2 yang merasa (dan pernah
mengeluh) bahwa media seolah2 tidak memiliki keberpihakan kepada pihak
lain, atau nara sumbernya hanya itu-itu saja. bahwa rekan2 lebih suka
menulis di blog, ya monggo. yang pasti, gaya penulisan dan beberapa hal
lainnya tentu akan berbeda antara menulis untuk blog "pribadi" dengan
media "massa".

jadi bahwa menulis di media massa lebih ada "tekanan", ya memang.
karena di media massa ada fungsi gatekeeper yang bertanggung-jawab
untuk menyaring apakah suatu tulisan dapat bermanfaat bagi sidang
pembaca / masyarakat umum, atau tidak. jadi tidak sekedar untuk dirinya
sendiri, atau untuk komunitasnya sendiri.

persis seperti saya menulis beberapa artikel untuk suatu media cetak
nasional. beberapa dimuat, dan lebih sering dikembalikan. alasannya
bisa banyak sebab, dari soal orisinalitas, faktualitas, manfaat bagi
masyarakat umum, gaya bahasa, bobot/isi, dsb.

jadi mohon dapat dimaklumi, menulis untuk media massa, apalagi yang
dibaca oleh banyak orang, "tekanan"-nya memang berbeda.

jadi bagi yang tetap ingin berkreasi (dan lebih nyaman) melalui blog,
silakan saja. tetapi bagi yang ingin berkreasi atau setidaknya belajar
berkreasi melalui menulis di media massa, nah saya mencoba
menjembatani.

cuma, mari kita ikuti aturan main sebagaimana media massa secara
umumnya. akan sulit apabila aturan main di blog diterapkan di media
massa, atau demikian pula sebaliknya.

hingga saya mohon nantinya tidak pula menyudutkan teman2 media, bahwa
seakan2 mereka tidak pernah memberikan kesempatan kepada pihak lain
untuk beropini seluas2nya melalui media massa.

lalu soal boleh-tidanya suatu artikel dimuat di media lain (blog,
milis, situs pribadi), saya nyaris lelah mengulang2 hal ini :)

ini saya  copy-paste saja deh :
"soal ditampilkan di tempat lain, sebenarnya di e-mail ajakan dari saya
sekitar 1 bulan lalu, sudah dijelaskan panjang lebar. silakan kalau
tulisan yang telah dimuat di detikcom, keesokan harinya langsung  di
arsipkan di blog, di website atau di posting di milis. jadi jangan
dibalik, apa yang "telah" menjadi arsip di blog, situs atau milis, lalu
 dikirimkan ke detikcom"

tambahan : karena salah satu syarat mutlak pengiriman artikel/opini ke
media massa manapun, adalah masalah faktualitas dan keterkinian. jadi
apa yang benar2 jadi isu menarik dan lagi hangat2nya. nah kalau artikel
tersebut ternyata sudah pernah menjadi arsip di blog, milis atau situs
pribadi, berarti syarat faktualitas dan keterkiniannya kurang
terpenuhi. yang pasti, kalau suatu tulisan sudah pernah dimuat oleh
suatu media massa, maka media massa yang lain pasti menolak tulisan
yang sama.

demikian, mudah2an bermanfaat :)


nb:
segmen pembaca IT detikcom memang beragam, ada yang newbiee dan ada
pula yang "geek". tentunya dengan adanya berbagai pilihan media massa
(online) di Internet, maka siapapun berhak menjadikan media massa
manapun untuk menjadi referensinya sehari-hari :)


demikian, mudah2an bermanfaat.

-dbu-

Kirim email ke