On 5/18/05, Ikhlasul Amal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Email dari Ronny Haryanto, 18 May 2005, 16:46:23 +1000:
> > On Wed, May 18, 2005 at 01:40:15PM +0700, Andika Triwidada wrote:
> > > Kenapa? Karena kalau [1] dan [4] ditulis dengan gaya 'resmi' pakai <p> 
> > > dan </p>
> > > akibatnya jarak dari paragraf awal ke list dan dari list ke paragraf 
> > > selanjutnya
> > > terlalu jauh. Visualisasinya kurang menarik bagi saya.
> > >
> > > Jadi, apakah bisa digabung kedua keinginan saya tersebut?
> > > (visualisasi menarik *dan* syntax yang benar)
> >
> > That's what CSS is for :-)
> >
> >       P { margin: 0; }
> >
> > Ronny
> 
> ---akhir kutipan---
> 
> Yup, sekarang ganti saya sependapat dengan Ronny.
> Pokoknya (serius, pakai pokoknya) yang penting semantik HTML benar dulu.
> Dipaksa, apapun tampilannya.
> 
> Setelah itu baru hacklife ke CSS kalau mata kita masih belum mau terima.


Hiks.
Akhirnya gak bisa lari dari CSS.

Perasaan CSS itu kok jadi bikin web designing "gak manusiawi" gitu ya?
[ dipandang dari kacamata vi :)) ]
Susah (?) melacak/mengkorelasikan blok mana dipakai dimana dan
didefinisikan dimana.

-- andika

Kirim email ke