On 5/30/05, Heru Tjatur <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Tapi ngomong-ngomong, dari pada sibuk mempertentangkan dua "MS vs
> Linux", kenapa IGOS atau komunitas Open Source Indonesia tidak
> memunculkan rencana-rencana atau projek-projek GPL untuk
> aplikasi-aplikasi yang "sangat dibutuhkan" di negara ini. Misalnya,
> sistem informasi kependudukan atau yang lain.

Oleh karena itu sekarang pemerintah "digugat": apakah IGOS sudah
dilupakan, karena hal itu sebagai salah satu bentuk komitmen.

Menurut saya, secara teknis mungkin saja membangun sistem besar
seperti yang anda harapkan di atas, namun kendalanya pada kebijakan
agar sistem tersebut punya legitimasi untuk dijalankan. Karena jika
tidak, siapa yang merasa berkepentingan?

Untuk komunitas, masih banyak pekerjaan rumah lain yang lebih ringan
dikerjakan (sumber daya komunitas tentu lebih terbatas dibanding
pemerintah) dan lebih mereka perlukan.

Jangan kuatir kalau tentang pekerjaan [1], banyak kok yang dapat
dilakukan di Indonesia. ;)

[1] benar-benar pekerjaan lho, bukan pekerjaan dalam rangka ada hasil profitnya.

> Data 5
> - 10 tahun yang lalu. Lha, kalau badan negara semacam BPS saja tidak
> mempunyai data yang uptodate, jadi selama ini rencana pembangunan itu
> dasarnya apa, yaaa?

Masih ada kemungkinan lain:
1) informasi tersebut sulit diakses oleh publik,
2) si penyampai di atas belum tahu cara mendapatkan informasi yang lebih akhir.

Agak riskan menurut saya menyimpulkan hal ini semata-mata karena BPS
tidak memiliki data yang mutakhir.

> Kayaknya, Komunitas Open Source dapat memberikan kontribusi melalui
> sisi ini. Memang tidak harus seperti contoh sistem kependudukan di
> atas. Tidak sedikit kok, misalnya bikin modul-modul pengajaran
> operasional komputer, sehingga bikin TOT operator komputer, di tingkat
> kecamatan misalnya, dapat dilakukan dengan biaya yang lebih
> terjangkau.

Benar, lebih baik mengerjakan yang seperti ini: kecil, praktis, dan
"GTD-style". ;)

Yang menantang agar tersedia tulisan Linux untuk keperluan praktis
("sederhana" dalam bahasa mereka yang memerlukan) juga bertambah.
Soalnya konon Linux itu masih seperti identik dengan kerumitan di
sekitar server dan hal-hal yang dianggap "njlimet" oleh kalangan awam.


-- 
amal

Kirim email ke