On Monday 05 September 2005 08:22, fade2blac wrote: > Macet, disebabkan karena kendaraan yang jumlahnya tidak sebanding dengan > jumlah jalan. Mobil pribadi paling banyak. Ngukurnya gampang, kalau mobil > pribadi dilarang di jalan raya, dijamin nggak macet. Tapi kalau bis/motor > dilarang, kemungkinan besar masih macet. Salah satu cara yang paling kena > untuk mengurangi kemacetan adalah dengan mengurangi jumlah kendaraan > pribadi di jalan raya. Caranya gimana?
jumlah kendaraan banyak karena apa? karena urbanisasi. kalau urbanisasi gak terkontrol bikin sarana transportasi seperti apapun tetap saja bermasalah. solusinya: kontrol urbanisasi 1. paling penting: pemerataan pembangunan, jadi orang-orang gak ada alasan untuk ke jakarta karena di daerahnya juga ada lapangan pekerjaan dan fasilitas umum 2. beri insentif bagi orang2 untuk tidak ke jakarta. di china orang yang pindah daerah gak akan dapat tunjangan pendidikan. tapi sayangnya di indonesia gak ada tunjangan pendidikan, jadi ini gak bisa diterapkan di indonesia :) 3. sistem zoning dan perketat aturannya, jadi seperti di simcity, orang-orang gak akan melakukan pembangunan di daerah yang gak ditandai untuk dibangun. dan yang jelas gak akan bangun rumah di tengah danau! juga gak diperbolehkan menjadikan area pemukiman untuk bisnis. kalau sekarang daerah pemukiman kalau sudah mulai ramai, lama-lama akan jadi daerah komersil. kalau begini luas daerah metro jakarta gak akan terkontrol 4. perketat kependudukan. tinggal di jakarta harus jadi warga jakarta dan bayar pajak. termasuk yang ngekos dan pekerja sektor informal 5. mempertinggi pajak kendaraan untuk jakarta, dan terapkan bea masuk untuk kendaraan non jakarta. kalau gak salah london pernah punya rencana seperti ini. hayo siapa di sini yang dulunya bukan di jabotabek tapi sekarang cari makan di jabotabek? *ngacung* -- http://priyadi.net
