On 9/9/05, Mohammad DAMT <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> sekarang sejuta akun bisa dimasukkan dalam satu akun shell

he he he. problemnya kan sejuta account ke sejuta orang.


> direktorinya dapat seperti ini: 
> ...
> /spool/a/h/m/a/d/dahlan (ada di hard disk no. 1)
> /spool/a/h/m/a/d/yani
> ...

dari segi performance apa tetap nggak masalah?
saya pribadi penggemar "database" berbasis file system
seperti itu ;)
tapi rasanya kalau dari sisi performance ... bisa lambat.

kalau hanya sekedar naming kan tidak harus seperti itu,
bisa juga direktorinya
/spool/0-10000/0
/spool/0-10000/1
... dst
yang penting ada tabel konversinya kan?
emang enakan nama jadi bisa langsung "diedit" ditempat
whua ha ha.

> > Jadi menurut saya tidak bisa menggunakan stock unix biasa.
> 
> tergantung unixnya yg mana

contoh yang bisa?


> antarmuka protokol dapat dibagi2 ke dalam beberapa mesin. 

bisa demikian atau sekalian load balancing yang otomatis :)

> jadi mesin webmail
> tinggal minta, "hey saya mau buka kotak surat si ahmaddahlan" 
> lantass mesin pemetaan akan kasih, "ini kotaknya ada di 
> /spool/a/h/m/a/d/dahlan,
> bisa diakses dari mesin nomor 20 sampai 30 saja, 
> selamat bekerja".

kotak suara itu jadinya diakses dari banyak mesin dong.
dishare pakai NFS? apa gak lambat lagi?
(kebayang lockingnya)

terus terang saya sudah lama gak ikut mengelola teknis
(low level) dalam skala enterprise seperti ini.
dulu mengelola belasan ribu account saja sudah pusing :) 
he he he. kebayang ngurusin 1 juta account.
pengen denger juga cerita dari rekan-rekan.
[kalau hanya redirection sih masih kebayang]

belum lagi masalah bandwidth untuk 1 juta account.
wiiihhh...

sebetulnya ada beberapa ide mengenai 1 juta account,
tapi bayangan saya adalah dengan menggunakan database.
biar performance tok cer.

> *ikutannunggupakpy*

maap, kuper. apa sih itu "pakpy"? :)

-- budi

Kirim email ke