On Fri, Sep 09, 2005 at 09:09:57PM +0700, Samuel Franklyn wrote: > Yah kalau ada yang bersedia menyediakan hardwarenya > untuk saya coba dan atasan membolehkan saya meluangkan > waktu maka saya berani taruhan jitakan sama Pak Budi.
wah .. bisa kejitak beneran :-)) benernya gini, dari sejak awal thread ini, saya merasa jawaban baru bisa diberikan kalau rincian requirement sudah diberikan. cara ngelihatnya gampang: cuman orang marketing yang pakai jumlah mailbox sebagai ukuran. ehem .. kebetulan nyaris jualan yang beginian, tapi susah sekali meyakinkan (manajemen) real problem letaknya di mana, kenapa bisa ada cost X dst..dst.. pada situasi yang sebenarnya, kebutuhan akan resources ditentukan oleh derajat concurrency, open close network socket, open close file, create delete file. ini kuat-kuatnya system menangani tabel inode dan filedescriptor, jadi pemilihan kernel dan filesystem menentukan. plus tambahan seperti yang disebut Pak Budi soal content filtering, yang ini rata-rata butuh power komputasi dan memory yang besar. belum lagi masalah kecepatan disk, kecepatan transfer network (latency) kalau harus spread load ke bbrp mesin. dalam bbrp hal, optimasi bisa diraih dari sisi software, misalnya pakai strategi single process multiple client (untuk menghemat tabel proses kernel). kendalanya, dengan cara ini normalnya akses ke disk menjadi blocking (performance tewas), tapi bisa diakali dengan AIO. Sayangnya belum ada yang mengimplementasikan AIO untuk email. Barangkali karena untuk develop yang beginian nggak cucuk (worthed), atau menggunakan single file untuk queue (saya pernah nanya teknik ini, udah dijawab kasar, tapi ilmunya belum sampai :-) di atas itu masih seputar MTA, belum untuk mail-retreival, yang kurang lebih masalahnya sama, hanya saja untuk mail-retreival mau tak mau harus mengakses lebih dari 1 file secara bersamaan, mungkin bisa pakai AIO, tetapi mending bikin database saja deh :) dari sisi hardware, ya itu tadi: cari yang bandwidth transfer rate-nya gedhe, latency-nya kecil (raid), battery backed caching, dll. atau bikin 'single entity' file server entah sebagai SAN atau NAS. nah, kalau mau adu jitakan, tinggal set pakai existing hardware, dibenchmark, baru dinterpolasikan. tetapi kalau tidak ada restriksi (seperti pernyataan: asal ada hardware) yo wis. ndak usah dibenchmark pakai mainframe saja he..he.. jadi gini, kalau anda butuh spec mesin 2x lipat lebih besar dari pada kalau pakai general purpose MTA yang sudah ada, anda harus rela dijitak. gimana? :-) Salam, P.Y. Adi Prasaja
