On 9/13/05, Mohammad DAMT <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pada hari Selasa, tanggal 13/09/2005 pukul 19:32 +0700, Andika Triwidada > menulis: > > besar disini? Atau memang ada barrier yang cukup tinggi ketika kita > > sudah > > sangat terbiasa dengan non OOP kemudian belajar OOP? >
[...] > Saran saya, coba dulu deh tapi jangan dalam niat belajar. Tapi langsung > untuk cari makan. Jadinya kan seperti dikejar anjingnya Mr Burns[0], mau > ga mau harus lari. > Mas Andika tidak dalam posisi mencari makan lewat PBO (Pemrograman Berorientasi Objek). Aktualisasinya sudah lebih tinggi dari itu, jadi harus dikompensasi misalnya dengan undangan konferensi PBO di Vancouver atau Paris, misalnya. ;-) Kalau halangan karena sebelumnya terbiasa dengan non-PBO, saya kira tidak. Saya merasa enak saja tatkala pindah dari Turbo Pascal 5.0 (masih terbiasa prosedural di sana) ke versi 7.0 yang sudah lebih matang dalam hal PBO. Namun agak tersendat begitu ketemu PBO di Perl: selain bertambah "keriting" notasi yang digunakan, program yang saya tulis semakin pendek [1]. Jadi faktor lingkungan, kenyamanan pengungkapan PBO dan tuntutan memrogram lebih kompleks, menjadi faktor juga. [1] "semakin pendek" karena akhir-akhir ini hanya menulis program untuk keperluan pembuatan skrip pendek atau plugin ringkas. -- amal
