Pada tanggal 9/16/05, adi <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > On Thu, Sep 15, 2005 at 09:00:07AM +0900, rofiq wrote: > > > Setahu saya sih cs musinya lebih ke arah science makanya lebih banyak > > > blajar teori, dimana praktisnya kurang diajarkan. > > > > Yah ini salah satu persepsi yg saya tidak suka bahwa CS lebih banyak > > ttg teori. Kalau saja CS ttg fisika (sama2 sains) maka programmer > > nggak perlu ngitung dan melakukan eksperimen. Tapi kan nyatanya kan > > nggak demikian. > > setahu saya, istilah 'science' di lingkungan akademik mengandung arti > disiplin ilmu yang mampu menjelaskan kebenaran teori secara 'self-sufficient', > tidak bergantung dengan disiplin ilmu lain, sedang 'art', diartikan > sebaliknya. jadi, misalnya mendalami statistika, bisa saja yang > bersangkutan mendapat gelar dalam lingkup 'art' atau 'science'. > > dulu pas kuliah, pada pendahuluan selalu dimulai dengan begini: > 'kedokteran X adalah ilmu dan seni yang ...'. dan oleh dosen yang > bersangkutan selalu diikuti dengan penjelasan: 'nah, kedokteran itu > bukan hanya ilmu tapi juga seni, contohnya: dengan modal stetoskop > doang, harus bisa mendiagnosa penyakit, seninya di situ ...'.
yup setuju. CS memang sekarang luas sekali, dan seksi yg ngurusin begini2an kan ada, tapi biasanya lebih berat kandungan matematikanya. Karena itu CS kalo dibilang sains ya sah2 aja. Yang perlu adalah partisi2 didalam CS. Saya sendiri kalo mo spesifik lebih pas ke Software Engineering, karena selama ini saya nggak pernah ingin membuktikan sesuatu dan ini adalah tipikal para engineer. Engineer lebih suka melakukan 'kompromi' dibanding 'pembuktian'.
