*********** REPLY SEPARATOR *********** On 19/09/2005 at 10:20 Affan Basalamah wrote: >Saya kok malah berfikir bahwa untuk menyediakan infrastruktur Internet >yang murah, PT Telkom harus ikut campur. Kenapa ? Coba lihat Telkomnet >Instan. Itu satu-satunya solusi nginternet yang cepat, mudah, murah, >dan ada di mana-mana, walaupun cuma dial up. Untuk mengkover area >Indonesia yang besar ini, yang sudah deploy node paling banyak di >Indonesia ya cuma Telkom (Flexi) dan Telkomsel. Abis siapa lagi yg >musti ndeploy node di seluruh tempat di Indonesia ?
Kalau di Inggris, British Telecom yang dijadikan tumbal. Infrastrukturnya dibuka untuk siapa saja, untuk broadband dia juga dipaksa harus menyediakan bulk pricing utk ISP. Walhasil, biaya telpon dan akses Internet turun drastis dalam waktu beberapa tahun saja. Yang apes teman saya - dia sudah beli banyak saham BT, tiba2 pemerintah Inggris mulai memperlakukan BT seperti itu. Tentu saja nilai saham BT terjun bebas, karena dia tidak lagi memonopoli pasar, ha ha. Kalau pemerintah betul2 menjalankan UUD 45 pasal 33, maka Telkom mustinya diperlakukan seperti ini. Tapi, dari dulu sih tidak demikian hal nya ya :) Salam, Harry
