On 9/18/05, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Diambil dari blog saya:
http://rahard.modblog.com/core.mod?show=blogview&blog_id=742232


Minggu lalu saya pergi ke India untuk berdiskusi seoal teknologi
selama lima hari. Ketika pulang ke Indonesia, saya dapati Dagelan
Internet Indonesia babak kedua.

di milis sebelah malah dagelan terus hehehe

Saya dikejutkan dengan berita bahwa ada keributan tentang masalah IIX
antara APJII dengan PT IDC, dimana IIX berada. Router IIX dimatikan
dan dipindahkan. Seharusnya hal ini tidak membuat saya terkejut
mengingat hasil munas APJII beberapa waktu yang lalu yang memang
kontroversial (soal domain, IIX, dan entah apa lagi). Yang membuat
saya tertawa - ini yang namanya dagelan - Dirjen di Departemen Kominfo
disuruh datang ke gedung Cyber untuk menghidupkan router IIX. Ternyata
katanya masalahnya sederhana saja. Kalau saya jadi Dirjen itu, pasti
bete banget. Ha ha ha. Kutipu kau kata dalangnya.

setuju, saya pecat deh orang2 yang menipu saya :)

Yang juga membuat saya ketawa ngakak - lagi-lagi inilah dagelannya -
adalah masalah IIX ini dikait-kaitkan dengan masalah pengelolaan
domain .ID yang pernah saya kelola. Sebagai pembalasan? (Pembalasan
atas apa? Mungkin ada yang merasa perlu dibalas?) Entah siapa yang
membuat isyu (atau skenario dalam dagelan ini), tapi stupid banget
dia. Ini lawakan besar bagi saya. (Entah bagi pengguna Internet
Indonesia?) Lha, wong saya berada di luar negeri ketika kejadian ini
terjadi kok bisa-bisanya dikait-kaitkan dengan masalah domain. Saya
baru tahunya setelah pulang ke Indonesia. Bodor pisan, lucu sekali,
kata orang Sunda.

Iya yah... kalo gak salah masalah awalnya adalah pengelolaan .id kan?

Tapi, memang dagelan harus tidak riil. Harus aneh dan tidak masuk
akal. Tentu saja harus bisa membuat kita tertawa. Kalau tidak, bukan
dagelan namanya akan tetapi drama tragis yang menyedihkan, yang
membuat kita menangis.

Atau, mungkin saya salah. Ini bukan dagelan? Mungkin kejadian ini
justru harus membuat kita sedih?

Di saya tidak ngaruh, sama seperti tulis mas Amal, internet yang saya pake pun sudah seperti orong-orong...


--
Andriansah

Kirim email ke