Yang perlu dianalisa,kenaikan BBM ini ada hubunganya dengan globalisasi dan sektor IT secara tidak langsung.
Faktor terbesar untuk future crude oil dan natural gas ditentukan dari liquiditas (supply/demand).Untuk supply dari dulu sudah diketahui kalau supply konstant menurun jadi tidak ada yang baru disini,yang diluar perkiraan adalah "increasing demand" dari dua negera new economy yaitu India dan China.Selain tentunya demand dari AS (yang predictable) dan negara lain seperti eastern europe.Analisa selengkapnya yang dikumpulkan dari para market analist ada di blogs saya :) Yang jadi pertanyaan,kenapa kedua negara tsb bisa butuh oil sangat besar ? ini karena ekonomi mereka yang booming terutama dari Inflow investor atau perushaan yang pindah/outsource/manufacturing ke India dan China (Shanghai). Gua sendiri agak impressed waktu tahu 5-10 tahun lalu,gaji engineer IT di India hampir sama dengan di Indonesia,tapi sekarang triple atau bahkan naik 5 kali,skrg gak susah untuk cari gaji IT guy "middle level" di Bangalore dengan gaji sekitar 25-30 juta per-bulan.Sekarang juga pershaan amrika/jepang/yurep bukan cuman outsource lagi ke India tapi malah pindah total,rekruitmen dilakukan bahkan sebelum lulus. Nah kalau story tentang China semuanya udah tahu.Lihat aja Shanghai seperti apa skrg,lihat betapa takutnya US corporation dengan kompetisi dari China yang bisa beri harga half price untuk semua produk yang dijual US company. (Nah jadi mengerti skrg kenapa Kongress AS mati-matian minta agar China unpeg Yuan thd Dollar). Walhasil dari kemajuan India+China,mereka butuh resource yang lebih tinggi,termasuk Oil (now you know why China is aggressively willing to buy Unocal and PetroKazakhstan,after China bought IBM PC Division). Balik ke masalah Indonesia,kita tahu permasalahanya,ada subsidi oil yang sangat besar semtara kita sudah oil importer,perlu beli minyak yang menggunakan US Dollar,sementara budget juga menipis.Budget untuk oil subsidi tsb lebih dari budget untuk pendidikan + Kesehatan. Ironis yach,untuk kemajuan yang terjadi di negara lain,harus dibayar secara tidak langsung oleh negara yang lebih (economically dan politically) lemah....... Terus kalau ditanya,siapa negara yg paling untung dari kenaikan BBM : ya negara Arabs. Jalan keluar Untuk Indonesia,selain mengandalkan alternative energy resources,long termnya Indonesia mesti jadi negara yang "pandai" memanfaatkan globalisasi,di abad 21 negara yg berhasil bukan negara yg punya banyak natural resources,tapi SDM,seperti yg dilakukan China dan India. Carlos On 9/28/05, Adjie <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > soale, > kayune wis habis di tebang mas dan di gondol konglomelarat, makanya > pada make BBM, jarene biar ngga kena asép heheheh > > lagian khan gaya gitu lho kalau naik honda (Sepeda motor) timbangane > numpak pit (sepeda engkol ), > > coba sak iki tanya sama anak di desa, mana ada yang mau naik sepeda, > pokoknya mesti pake honda walaupun ngutang dan bayare tiap panen > hahahaha, > > hehaehehe jadi inget sebulan lalu saya di sweden dan sewa sepeda untuk > kerja selama seminggu 500 krone (50€) karena disana ngga ada yang > gengsi tuch naik sepeda, bahkan sepeda saya ikut nginep di hotel > bintang 5, orang hotel bilang pak sepedanya biar kami masukan temat > khusus di hotel heheheh , udah gitu kalau naik mobil atau taxi mahal > sekali, jadi alternatifnya naik sepeda selain muraj sehat. hehehe coba > orang di indonesia bisq "nyonto" gitu sama orang di swedia, belanda, > france, yang ngga perlu gengsi untuk make sepeda ontel.....walaupun > make jas dan dasi lengkap buat meeting ..... > > back to nature > > > adjie > > On 9/28/05, risiyanto budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Saya ingat pas liburan SMP, pulang ke kampung nenek moyang di Klaten. > > Dari stasiun kereta api ke pelosok kami naik Delman. > > Di rumah nenek, saya dibuatkan air panas untuk mandi dengan menggunakan > > tungku dengan kayu sebagai bahan bakarnya. > > Setelah malam tiba, nenek saya menyalakan lampu ublik, dengan bahan > > bakan minyak klentik (minyak kelapa). > > > > Saya nonton TVRI di rumah tetangga dengan accu sebagai sumber dayanya. > > (Accu ini di cash tiap minggu di "kuto" yang sudah ada jaringan listriknya) > > > > Besoknya diajak jalan-jalan Paklik ke kota dengan naik sepeda "kebo". > > > > Saya tidak melihat adanya kebutuhan pada BBM waktu itu. > > Tapi jaman sudah berubah, sekarang anak-anak muda di desa saya sudah > > naik motor semua. Bulik saya sudah pake kompor gas. Tiap warung sudah > > menyediakan Minyak tanah / bensin. > > > > Jadi saya yakin, saat ini Paklik saya sedang antri di pombensin sambil > > membawa drum :-P. > > > > Dengan ditemukannya minyak bumi, ada banyak manfaat yang dibawanya. Dan > > juga membuat kita semakin tergantung pada BBM. Ketika BBM mulai jarang > > dan kita makin tergantung, jadilah seperti sekarang ini. > > > > Maaf, sekedar memecah kesunyian. > > > > --- > > Aris > > > > >
