On Sat, Oct 01, 2005 at 02:17:06AM +0000, Indra Tjahjono wrote:
> iya, seharusnya dari dulu Indonesia udah menghadapi masalah ini, tapi karena 
> terlalu keenakan di subsidi, jadinya keterusan, emang  karena mis management 
> negara kita sudah terlalu jauh, Mau ga mau, kita harus hadapi, saya rasa 
> sekarang saat nya kita hadapi dengan mengambil hikmatnya..

he..he.. ok (btw, dari mana kesimpulan 'keenakan disubsidi'? tidak ada
yang enak, dan sebenarnya rakyat kecil itu tidak pernah enak lho,
kesalahan/mismanagemen/whatever bukan alasan untuk membuat rakyat kecil
jadi keranjang sampah):

- Indonesia tidak maju-maju karena dijajah belanda bertahun-tahun
- Pemerintah Orde Baroe membuat rakyat terbuai dengan subsidi BBM
- Pemerintah sekarang kolaps, subsidi ditarik. Logis bukan? *)

setidaknya kalau logika perguruan tinggi (propesor cing!) sama
dengan logika taman kanak-kanak, di atas ito klop, bahasa latinnya
tumbu oleh tutup.

sekarang pertanyaannya:

- siapa yang harus paling banyak mengambil hikmah dari kenaikan
  harga BBM?

buat rakyat kecil: HIKMAH SOEDAH MENOEMPOEK!!!

kayaknya beneran deh, perguruan tinggi sebaiknya ditutup saja daripada
jadi pemeras legal.

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

*) boleh percaya boleh tidak, negara ini dibangun dengan logika memelas.
   isinya dari dulu mengeluh terus, yang dulu gini lah, yang dulu gitu
   lah. padahal cuman MTTM - TIJUMBOU http://ahbeng.vlsm.org/aob-5.html

Kirim email ke