Patriawan, Carlos wrote:
SDM Building->Competency->World Class Product->World Class Company.
Yah butuh 20-30 tahun deh. Mungkin saya juga tidak
bakal bisa lihat hasil akhirnya. Tapi kalau tidak


Wah jadi ingat buku Thomas Friendman (World is Flat).

Konsep yang baik sebenarnya secara long-term hal ini di-attack dari dua arah.

Arah pertama seperti yg Pak Samuel bilang,melalui
training,pengembangan kompentensi dsb, tapi arah kedua dan ini lebih
revolusioner,harus lebih banyak lagi yang menguasai leading edge
technology,ini maksudnya involved di pengembangan teknologi2 mutakhir
yang seperti katanya riset IBM ,hanya bisa didapatkan dipersh
inovasi.Jadi bukan hanya di level training untuk kemudian
mengembangkan aplikasi diatas aplikasi fundamental tersebut,melainkan
mendevelop aplikasi fundamental-nya langsung....mudah2an nyambung ya
:)

Carlos


Ini bisa dilakukan kalau perusahaan di Indonesia
sadar bahwa R&D itu bukan cost tapi investment.
Lagipula untuk bisa sampai ke tahap pengembangan
aplikasi fundamental nya butuh sekumpulan orang
yang punya bakat, minat dan ketekunan supaya
dia bisa belajar terus menerus dalam waktu
panjang dan akhirnya sampai pada bleeding edge
dalam knowledge dan skill.

Sebagai contoh salah satu bleeding edge tech
di software adalah AOP. Akan tetapi
coba deh baca apa itu AOP dan praktek.
Cukup berat dan butuh waktu belajar
lebih lama dari belajar OOP.
Belajar OOP saja developer Indonesia
masih babak belur. Bahkan MS Indonesia
mau mengadakan training OOP gratis
di kampus-kampus supaya mahasiswa
bisa memakai .NET framework secara
benar dan paham apa manfaat .NET framework.

Secara individual orang macam begini
ada di Indonesia akan tetapi rasanya
belum ada perusahaan di Indonesia yang
punya inisiatif mengembangkan sekumpulan
orang macam begini.

Nah kalau ada sekumpulan orang yang sudah
punya knowledge memadai, skill yang terasah lewat
pengalaman jangka panjang dan mereka bertekun terus
menerus dalam satu bidang barulah bisa
tercipta riset aplikasi fundamental.

Ini suatu kondisi yang amat susah terbentuk
di Indonesia dan inilah kondisi yang diciptakan
oleh Google makanya mereka bisa bersaing
dengan Microsoft.

Kirim email ke