On 11/15/05, Pakcik <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > 2005/11/16, Patriawan, Carlos <[EMAIL PROTECTED]>: > > Kedua, > > Yang masih heran,kenapa ya aplikasi2 web 2.0 seperti Meebo gitu masih > > munculnya dari Valley (yang membuat integrated instant messaging), > > harusnya aplikasi three-employees begitu bisa dibuat dimana2,termasuk > > Indonesia atau bahkan Kenya. > > kenapa heran? kita itu consumen, bukan produsen, jadi gak mengherankan
okeh okeh,tapi maksud saya "luar dari Valley" itu negara diluar valley/AS,kayak inggris,prancis,jerman,etc-kan mestinya ada juga startup atau inkubator yg bikin startup berbasis web 2.0.Atau mungkin saya saja yang ndak tahu. > Terus tentang 3 employees, emangnya gampang cari 3 developer di > Indonesia? Cari 100 "developer" gampang di Indonesia, tapi 3 susah. > Makanya heran kalau mau ada microsoft research centre. Trus mau bikin > silicon valley. mau cari orang dari mana? Emangnya silicon valley itu > kota hantu dengan infrastructure yang mewah?? Hmmmm....kalo ini dibahas terus,ini jadi ke-mentok-an dan resistance dimana-mana. Tapi sesuai yg pernah saya bilang,untuk bangun Top Engineering Indonesia emang perlu hijrah/kerja dulu ke LN,terutama ke research center seperti Valley.Vinod Khosla juga menjadi Vinod setelah 10-20 tahun makan asam garem,dan ribuan Indians lainnya. Btw, kalau pernah gagal di outsourcing,disharinglah pengalamanya, agar jadi case study mungkin bagus untuk BBR yg akan develop BHTV. Carlos
