Terus terang alasan saya tetap "keep the company" adalah karena
teguran dari salah satu mentor saya.

Ceritanya begini. Ketika dotcom sedang meledak, saya membuat
beberapa perusahaan dotcom sekaligus. Sama seperti orang2 lain,
mimpi saya adalah IPO dan kaya raya :)
Ketika ketemu dengan salah seorang kawan yang saya anggap
sebagai mentor untuk urusan bisnis, dia bertanya:
   Untuk apa anda IPO?

- apakah anda membutuhkan uang untuk financing company?
- apakah anda ingin ketenaran? (biar ngetop maksudnya)
- apakah anda ingin power? (ini biasa pengusaha kelas kakap
  di indonesia yang memainkan perusahaan untuk politik)
- atau apa?

Saya tidak bisa menjawab! Untuk apa saya IPO?
Akhirnya saya mau keep the company saja.
Saya mau membuat long lasting company seperti HP ;-)

-- budi

Kirim email ke