> > Nah, points yang sangat bagus itulah Bang Ary. > > Dulu saya juga mengira kalau hitech = bangunan mewah tapi tidak lagi. > > Di Valley juga bangunan paling tinggi cuman tiga lantai. > > > > It's 80% about Human Resources Quality. > > > Jangan lupa, Human Resource Quality tanpa koneksi internet yang baik pun > akan terbuang percuma. Contohnya India yang bisa men-sustain SDMnya agar
Kalau dari sisi end-user/retail,yang dibutuhkan sebenarnya Konektivitas Broadband always-on yang murah.Harusnya bisa kayak di AS cuman cuman Rp. 140.000 per-bulan untuk koneksi 384k. > tetap berkarya di India (dan akhirnya jadi penyumbang devisa) dan Indonesia > yang walaupun SDMnya unggul, koneksi internetnya sucks (yang berakibat orang > - orangnya pada kabur keluar dan ga balik - balik lagi hehehe). Percaya deh sama saya. Kalaupun ada orang Indonesia yang keluar dan berkarya di IT,secara statistik jumlahnya masih sangat-sangat sedikit,jadi jangan terlalu banyak expektasi dengan mereka,karena memang sedikit,ada sich yang super sukses seperti Pak Pantas tapi itu masih bisa dhitung dengan jari. Yang orang Indonesia IT **dimanapun* harus lakukan seharusnya adalah menjadi *agent of change* di komunitinya masing2 daripada nunggu perubahan topdown (dari gov.). > > > Harga land yang sangat tinggi di Silicon Valley juga terjadi di > > Bangalore dalam waktu yang sangat cepat.Tapi ini terjadi karena daya > > beli/buying power yang tiba-tiba naik sangat tinggi,karena > > perusahaan-perushaan Amerika,Eropah,Jepang dan China itu bidding land > > price in ANY prices.Yang penting Bangalore,kata mereka. > > > Bagaimana dengan Bombai? Di Fortune beberapa edisi lalu, Bombay (Mumbay) > juga merupakan tujuan perusahaan - perusahaan asing. Bombay dan Hyderabad pelan2 kali ya.........lagian kalau ada industri IT di Mombay,mungkin industri untuk support Shahruk Khan(Bolywod) seperti animasi grafis (persh2 seperti Pixar?)...hehehe.... > > Menurut teman saya,harga tanah di Bangalore itu double dalam waktu 4 > > tahun. > > > > Makanya,kalau industri IT di Bandung mulai dilirik investor > > asing,Buruan dah beli tanah2 di Bandung/Cimahi ..hehehe..... ;-) > > > The question is when? BHTV itu kalau tidak salah sudah dicanangkan sejak > lama deh tapi realisasinya masih belum (karena you-know-what) Kalau anda lihat ceritanya India,memang benar ekonominya baru dibuka pada 1991 oleh Manmohan Singh (PM yang sekarang), tapi jauh sebelum itupun,sudah banyak orang India IT yang punya "mega-success story" dan berkiprah di dunia global. Kalau saya gak salah,Vinod Khosla bikin Sun di mid 80-kan. Persh Infosys juga berdiri pada 1980an.Sudah ada ribuan Indians yang berkiprah di dunia IT jauh sebelum 1991 (Note: Di Silicon Valley,banyak Indian developer yang umurnya dari 20 sampai 50an). Jadi sewaktu Mammohan Singh membuka pintu ekonominya,itu hanya "membuka" gerbang dari sisi regulasi menuju free-trade dan enterpreneurship saja (yang sebelumnya lebih dikontrol government),tapi sebelumnyapun SDM mereka (secara massive quantity dan quality) sudah sangat siap. Kenapa individu-individu India bisa maju ? Simple: Keinginan mereka sangat keras untuk mengentaskan kemiskinan di keluarganya masing-masing sehingga mereka Kerja Keras extra-hard dan mempunyai motivasi sangat tinggi.Jadi memang dari individunya masing2 mereka mau maju.....dan yang namanya mau maju,gak perlu "pen-canangan" ... hehehe :) > Loh bukannya beliau masih tetap ngotot menjadikan Bill Gates dan > Microsoftnya sebagai IT partner Indonesia? Kalau memang punya pemikiran > seperti itu, seharusnya beliau (lebih tepatnya: penasihat - penasihatnya) > sadar kalau propietary software (setidaknya untuk kondisi sekarang) bukanlah > jawaban. Hahaha...sabar-sabar.... (NOTTTTEE: by the way,thread ini sudah bagus jalannya jadi buat yang belum tahu bisa tahu kenapa India maju,tapi tolong jangan kemudian dibelokan ke flame open source vs microsoft yach) Begini deh saya beri jawaban. Kalau anda survey di programer2 di Bangalore dan Valley,mungkin jawabanya kurang lebih seperti ini: 1. Apa anda bisa menggunakan open-source code (BSD/Linux) sehari2 ? 80 persen mengatakan Ya 2. Apakah anda mengerti source code di open-source? 50 persen mengatakan Ya 3. Apa anda ikut terlibat dalam open-source code (BSD/Linux) ? mungkin 10-20 persen mengatakan Ya 4. Apakah anda hidup dan cari makan sehari-hari dari open-source code ? Mungkin kurang dari 5% yang tunjuk tangan. Jadi open-source bagus untuk digunakan sebagai tools sehari2 (dan hukumnya wajib untuk mempelajari itu) ,tapi jangan open-source dijadikan sebagai tujuan dan ketergantungan untuk cari makan. Kembali ke masalah SBY,hal-hal seperti Microsoft R&D ndak masalah,toh pada kenyataanya,developer2 yang bekerja diatas platform MS dan aplikasi diatasnya masih majoritas,sangat-sangat banyak jumlahnya dan mempunyai kontribusi besar dalam hal devisa untuk negara. Carlos
