On Sun, 20 Nov 2005, Muhamad Carlos Patriawan wrote: > Hehehe..iyalah, makanya growthnya Google menurut kebanyakan analyst > masih bisa unlimited karena mereka mencoba bisnis model yang gak > terbayangkan sebelumnya.
Sebelumnya makasih buat pak Carlos yang sudah memberi penjelasan seberapa kuatnya Google secara keuangan. Saya sendiri masih kurang yakin, apalagi dengan historic DotCom Bubble yang memang intinya sederhana, 'not to be able to show the money!'. Apakah kata mantap secara keuangan itu sama dengan liquiditas? Google memang ndak ada mati-nye memberi terobosan baru dan ternyata laku. Contoh sederhana adalah mp3 player dari mac (ipod). Itu kan sama saja ngerubah behaviour orang dari make walkman ke mp3 player dan bukan cuman itu saja, Apple kan bukan pemain baru buat mp3 player, tapi, kalo ngomong mp3 player orang banyak ngambil contoh kasus ipod. (inget Sony mbikin minidisc player tapi nda laku?) Sekarang Google, saya sekali lagi masi bingung dan setuju sekali kalo sebenarnya apa yang Google punya sekarang masih berupa prediksi dan expectasi saja dan belum bisa di convert ke duit. Sentimen consumer juga masih terlalu tradisional sehingga masih melihat/mengeneralisir kalo Google itu 'menjual'. Padahal, yang Google punya dan berhasil dengan cukup baik adalah search engine-nya. Yang lain, sementara ini masih nebeng, tapi orang langsung percaya. Contoh yang rada sederhana yang lain adalah, bukunya Robert T. Kiyosaki. Buku pertama bagus, sangat bagus dan inspirasional malah. Eh, buku2 berikutnya malah punya kesan mengada-ada (exagerating). Hanya mencoba melihat dari arah yang berbeda saja. CMIIW. thx .dave http://www.davidsudjiman.info
