On 11/22/05, Oskar Syahbana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
IMHO, pertanyaan model retoris yang kamu ajukan yang
basbang. Gue menikmati sih pertanyaan retoris sebagai bagian dari gaya
bahasa, yg dalam hal ini mencoba menggambarkan betapa cerdas para
engineer di Google karena mereka yang pertema mewujudkan sistem email
reader ber-thread.On 11/22/05, enda nasution <[EMAIL PROTECTED]> wrote:On 11/22/05, Oskar Syahbana < [EMAIL PROTECTED]> wrote:Sebenarnya pengembang Gmail ini sangat kreatif. *Siapa coba yang kepikiran bikin sistem email model percakapan kayak gini?* Makanya, sangat bagus buat mailing list, 'Re:'-nya ga usah banyak - banyak dan ga bikin pusing hehehe :)
"...Siapa coba yang kepikiran bikin sistem email model percakapan kayak gini?"
Para insinyur di Google lah.
OOT: Halah... iki ketularan posting di milis gajah ini...
Informasi yang BASBANG! :-)
Pertanyaan retoris sah-sah aja diajukan karenanya, yg jadi masalah adalah, kalo kemudian pertanyaan retoris [yg iya saya tahu memang sebenarnya tidak perlu dijawab] terus dijawab, lalu memangnya kenapa? Apa lalu jadi basbang?
Kalo tidak ingin mendapat jawaban, lebih baik tidak usah ditanya atau tidak usah mengajukan pertanyaan retoris. Karena memberi jawaban adalah hak semua orang.
--enda
Visit my blog. Click here
http://enda.goblogmedia.com
