On 11/23/05, adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > - kenapa nyusun thread berdasar subyek
saya yang termasuk puyeng dengan cara gmail mengurutkan email, karena tidak seusai dengan kebiasaan saya. misalnya saya kirimkan email ke dua milis yang berbeda (yang sudah kejadian, saya kirim ke teknologia dan technomedia). nah, reply yang masuk nyampur dalam satu thread. padahal cara saya menjawab di teknologia dan technomedia berbeda. jadi saya harus lihat headernya dulu (ke "More option") ... > - kenapa tidak ada feature otomatis delete forever (tidak masuk ke > trash) ... lupa2 ingat mengenai diskusi tentang tombol "delete". mengapa di gmail gak ada tombol "delete" (seperti di yahoo mail)? katanya agar sengaja dibuat repot dalam mendelete, sehingga orang cenderung menyimpan email. (sesuai dengan filosofi google? lebih baik simpan daripada delete?) padahal, kebiasaan saya adalah banyak2 menghapus email. buat apa email yang tidak perlu disimpan? wong sekarang saja email gmail saya sudah 890 MB. (itu dengan extensive delete! kebayang kalau nggak. bisa-bisa ngabisin 1 TB seperti pak andika :) he he he) -- budi
