baskara wrote:


Seringkali yang terjadi adalah pengelola perusahaan kecil tidak
mengenal kemampuan sumber daya manusia perusahaannya. Pokoknya asal
ada penawaran, setiap jenis pekerjaan langsung diambil, dan lalu
dilempar ke pegawai yang ada, tidak merekrut orang baru demi
efisiensi. Pegawainya hanya bisa bengong ini harus diapakan. It had
also happened to me.

Perusahaan besar saya amati sering menang di proposal. Setelah dapat
pekerjaan tsb, di-outsource ke perusahaan lain, bahkan personal. Proxy
mode. ;-)
Saya pernah bekerja di pabrik garment. Pas satu mobil dengan orang yang bagian outsource, saya tanya:
Apakah semua penawaran diterima?
Jawabnya iya, harus diterima.
Menolak tawaran itu tabu.

Jadinya ya penawaran tadi di outsource kan. Dan ternyata banyak juga usaha keluarga (50 - 100 mesin jahit) yang hidup dari outsource seperti ini di jawa timur.

--
Aris

p.s.
mas amal, outsource itu terjemahannya apa?

Kirim email ke