On 11/24/05, adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > atau mungkin tidak perlu benar-benar kirim orang (?) > misalnya kalau sudah ada hasil studi kualitatif di > sana bisa jadi kasih insight yang > lebih baik. ...
ada hal-hal yang tidak terungkap di dalam hasil studi. biasanya hal-hal ini yang bersifat personal, atau kalau ditulis bisa dituntut. he he he. contohnya, susah bagi saya menerangkan suasana kampus ITB kepada orang yang belum pernah datang ke kampus ITB. misalnya, pikiran banyak orang bahwa kalau sekolah di ITB pasti bisa bahasa Sunda. kenyataanya, ... malah jadi bisa bahasa jawa timuran dan dialek medan. (at least, it yang terjadi di angkatan saya dulu.) india dulu mulainya juga dengan mengirimkan orang2 ke amerika. jadi memang bisa kita pahami bahwa mereka mengerti kondisi di the valley. dalam email terdahulu carlos juga mengatakan bahwa singapore (NUS?) buka kantor di sana. jadi ingin tahu lebih lanjut. dulu ada sobat saya yang kerja di fujitsu labs of america. pas saya ke sana, saya dipertemukan dengan bosnya (yang tentu saja orang jepang). saya tanya2 mengapa mereka di sini, dst. jadi fujitsu pun merasa perlu untuk memiliki kantor (penelitian) di silicon valley. (gak tahu apakah fla ini masih exist atau tidak.) saya dan pak armein waktu tahun 2000-an kemarin sudah mengantungi formulir untuk pendaftaran perusahaan di california :) belum sempat dieksekusi terus. tapi ... sayangnya alasan ini (harus benar2 pergi ke luar negeri) dijadikan alasan pejabat kita yang "terhormat" untuk jalan-jalan ke luar negeri. -- budi
