On 05/12/05, Ivo Setyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
On 12/4/05, Martin Tedjawardhana < [EMAIL PROTECTED]> wrote:
On 29/11/05, Zaki Akhmad <[EMAIL PROTECTED] > wrote:
Nah, kembali ke pertanyaan saya lagi. Bisa gak saya (misal saya bernama
Alice, duh gara-gara pengaruh buku-buku keamanan jaringan nih) mengirim
email ke Bob. Lalu setelah email saya dibaca Bob, email saya akan
hancur dalam 5 detik. Karena, katakanlah email saya berisi data yang
sifatnya sangat-rahasia.
Secara teknis/teknologi saya jelas belum tahu gimana. Saya cuma punya
ide aja. Hmm atau topik ini sudah pernah dibahas? Kalau sudah semoga
bisa diulang jawabannya di milis ini.
Wassalam
Zaki Akhmad
Sebenarnya tekniknya simpel sih, satu contoh: yang dikirim ke penerima cuma link ke webpage, kalau dibuka pembaca baru bisa baca. Dengan cara itu bisa di set berapa kali penerima boleh buka link/expire kapan.Kira-kira tujuannya apa ya, mail yang cuma "sekali baca" ini?Supaya si penerima nggak punya bukti bahwa pernah dikirimi email tertentu?
Bagaimana jika si penerima, saat membaca email tsb,tampilan email di layar monitor itu dia foto juga dengan cam-dig?(Cara ini banyak dipakai oleh pembajak film, agar film di bioskopyang harusnya "sekali tonton" jadi bisa ditonton berulang kali)Bukankah ini artinya email tsb lalu menjadi tidak "sekali baca" lagi?*curious*
Bukan nggak punya bukti kalau penerima pernah dikirimi email, tapi untuk mengatur kapan informasi di email tersebut relevan. Jadi seperti makanan, ada saat kadaluarsanya. Contohnya email undangan, setelah tanggal lewat, kan nggak perlu lagi itu emailnya...
Soal ngopi2, ya memang pembaca tetap bisa ngopi. Informasi itu selalu bisa dikopi, dibuat susah bisa tapi nggak ada yang 100% efektif; tidak perduli medium informasinya apa. Buku bisa dikopi, film, suara, dll.
