> > Inti Masalah: Larinya pekerjaan yang tadinya hanya bisa dikerjakan di
> > AS atau Eropah (negara maju) ke negara lain(kembali ke negara
> > asalnya,istilah Friedman) atau ke kota lain yang bisa menarik para top
> > engineer/scientist (creative class,istilahnya Florida).
>
>


> Mohon maaf kalo saya salah mengerti om carlos, tapi rasanya kan thesis
> dasarnya friedman the world is flight adalah, doesn't matter where you are,
> karena menurut dia skrg kerjaan mencari talent ya ga?
>
> Nah CMIIW, the flight of creative class, thesis dasarnya adalah, where you
> are *is* matter, karena creative class hanya akan ngumpul di tempat dimana
> creative process dibiarkan flourish ya ga? :D

mohon maaf juga sebelumnya kalo salah mengerti sebelumnya.

Yang kangmas Florida ini maksudkan "creative class hanya akan ngumpul
di tempat dimana creative process dibiarkan flourish" , menurut Mas
Florida,tempat yang bisa meng-attract creative process ini *tadinya*
hanya di negara Barat/maju seperti US,Eropah dan Jepang  tapi sekarang
tidak lagi.

Kalau Friedman katakan "doesn't matter where you are,karena menurut dia
skrg kerjaan mencari talent" .... I see,i got your point.......saya
pikir maksudnya Friedman"doesn't matter where you are" disini, itu
maksudnya apa yang tadinya hanya bisa bisa dikerjakan di AS,sekarang
secara teori bisa dikerjakan dimana-mana
(Kenya,Jakarta,Bangalore,Israel) karena adanya teknologi tinggi (tapi
Friedman tidak menulis langsung kemampuan human resources/creative
class walaupun saya yakin dia menyadarinya).

Penjelasan Friedman dan Florida sudah selesai dibahas diatas.


Sisanya (dan ini point terpenting):
Untuk membuka industri/pkerjaan R&D/hitek yang tadinya hanya bisa
dikerjakan di negara maju membutuhkan manusia/creative class dengan
skill dan pengalaman tinggi (disini Mas Florida ini mengatakan,lebih
dari 50% top scientist dan engineer di developed country --yang
merupakan bagian dari creative class-- ternyata berasal dari developing
country).

Nah di abad 21 ini, competing city(termasuk
Shanghai,Singapore,Bangalore) bisa menarik perhatian para
creative-class-nya agar pulang kampung (thesisnya Hennen) dan
mendevelop kota atau negara asalnya.




> Jadi it matter kalo kamu ada di China, di Bangalore, di Singapore, di SV :)

We'll make Bangkok and Bandung too as part of creative class :P


By the way,
pesan om Florida + thesis Hennen di Flight Capital ini sebenarnya
memberi pernyataan implisit bahwa untuk membuat industri R&D/hi-tech(IT
dan Biotech) langkah terpenting adalah menarik kembali para
creative-class yang bekerja di developed country.

Saya pikir untuk kasus Indonesia ini serupa dengan Kasus Pak Habibie
yang diminta pulang Mbah Kakung untuk membangun industri pesawat
terbang di tanah air.


Carlos

Kirim email ke