Made Wiryana wrote:
> On 12/7/05, Muhamad Carlos Patriawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Jadi pembangunan SDM jk panjang tetap jalan PLUS adanya approach dari
> > pemerintah Indonesia untuk menarik perhatian para investor masuk Saat
> > ini (short term target).
>
>
> Orang  di Indonesia itu kaya-kaya dan banyak duit koq.  Masalahnya  apa
> mereka mau invest di bidang itu.  Mungkin seperti Haji Nissin (tettangga
> saya), daripada bisnis TI mendingan nyewain kios pasar di tanah warisannya
> aja.
>
> Tanah tetep saja, duit mengalir.  Ndak pusing-pusing dg tetek bengek.
>
> Jadi masalahnya bukan menarik investor masuk, tapi gimana menggalang dana
> dalam negeri.  Mirip kenapa kampus tidak punya dana riset, tapi sibuk cari
> pinjaman atau dana riset kiri kanan, karena memang belum membangkitkan dana
> sendiri.

Ini kan yang seperti Pak Budi katakan,
beda kalau investor LN (bisa creative class bisa tidak) yang tahu
know-how yang masuk.Jadi mereka masuk sekaligus memberikan pasarnya.

Capital+Brain+Knowledge istilahnya.

Bukan Capital saja.

Kalau Capital saja tanpa Brain+Knowledge,ini mirip kasus yang
dikemukakan Bang Oskar,bisa kasih duit tapi tidak ada asistensi for the
next-business-how-to-nya.

Carlos

Kirim email ke