> Jadi... Indonesia adalah pasar yang empuk, bagi persh yang ingin mendekatkan
> diri dengan pasar Indonesia maka, dekat-dekatlah dengan lokasi Indonesia.
> Ndak heran khan India atau China yang dipilih.
Kenyataan yang benar tapi menyakitkan.Di negeri yang purchasing power
rata2 penduduknya sangat kecil,tetap saja Jakarta masih merupakah salah
satu kota di dunia dengan kepadatan mobil mewah terpadat di dunia
(berdasarkan statistik 'somewhere').
Juga ndak heran Nokia berani merilis model baru-nya sering-sering di Indonesia. Lha pasar menarik. Development nya, ndak usah di Indonesia. Saya pedagang, saya mau untung.
negara Paman Sam.Sementara,kebanyakan orang India nyaris tidak mengenal
konsumerisme,sekalipun untuk kalangan yang mampu.Kesusahan dari kondisi
alam dan kompetisi tidak membuat mereka patah semangat dan loyo, justru
alasan untuk kerja keras dan bermotivasi tinggi.
Ada, konsumerisme terhadap film-film Bollywood. Tapi ini juga sekarang sudah diexport ke Eropa. Malam minggu, bahkan malam Natal berani bersaing dg tayangan lain di TV Jerman.
Jadi,secara spritual,ini yang mereka miliki:
Swadeshi,anti-konsumerisme,motivasi tinggi dan kerja keras.
Carlos
Utk itu gunakanlah perangkat bantu pendidikan yg membangkitkan semangat swadeshi
IMW
