On 12/15/05, Oskar Syahbana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Iya ya, orang ini muncul dalam momentum yang tepat dan pada subjek
> yang menjadi daya tarik yang memang diminati oleh banyak orang (siapa
> sih yang tidak tertarik dengan pornografi?). Mungkin untuk
> "menggerogoti" popularitas orang ini kita butuh satu orang yang dapat
> menjadi counter-nya? Orang yang pakar di bidang IT juga tetapi pakar
> yang "bener" dan disukai oleh media?

Wis..wis... nggak usah "ngerasani" orang terus. :-)
He owns the media without being a Donald Trump.
Lagipula, memang hanya dia yang selalu stand-by dan bersedia kapan
saja dihubungi oleh wartawan. Yang lain kan sibuk..hihihi. Seorang
wartawan pernah mengeluhkan hal ini.
Sebenarnya kalau media menjadikan dia sebagai narasumber kan sama saja
dengan pendapat narasumber dari paranormal, dukun, dll yang sering ada
di media. ;-) Kok gak ada yang protes? Mungkin karena pendapat dia
mudah ditelan mentah-mentah oleh orang berpendidikan sekalipun
(sehingga terjadi pembodohan), sementara omongan paranormal kan gak
banyak yang percaya. ^_^

*lho...kok jadi "ngerasani" orang? hihihi *

Buat pak pulisi: "ngerasani" dalam bahasa Indonesia itu apa ya?

Kirim email ke