Andika Triwidada wrote: > id-gmail pernah menjadi milis yang menarik bagi saya > http://andika-lives-here.blogspot.com/2005/05/too-much-free-time-need-distractions.html > tapi akhir-akhir ini noise-nya terlalu besar.
Saya pernah coba ikut id-gmail, Pak Andika. Tapi sepertinya ketika saya ikut milis id-gmail sudah dalam keadaan yang Pak Andika sebut. > Saya jadi penasaran dengan "rumus" tentang bagaimana membentuk suatu milis > yang menarik dan tetap menarik. Teknologia contohnya, menarik karena > topiknya yang terbatas, dan perilaku membernya yang "santun". "rumus" Wah, kita tanya sama jagoan Matematika saja gimana :D Berikut opini saya pribadi tentang "rumus" milis yang menarik dan tetap menarik. Mengenai topik yang terbatas dan sopan santun yang Pak Andika, saya setuju. Menurut saya, milis itu mirip sebuah komunitas nyata. Hanya saja milis itu adalah komunitas yang dibangun di dunia maya. Setiap komunitas memiliki konvensi (kesepakatan) nya sendiri-sendiri. Konvensi yang diformalkan umumnya dinamakan aturan. Namun seringkali aturan yang kaku membuat penghuninya menjadi "robot". Sebaliknya, aturan yang terlalu cair membuat keadaan menjad chaos. Ke-menarik-an sebuah komunitas dipengaruhi juga oleh penghuninya. Dalam milis berarti dipengaruhi oleh siapa-siapa saja yang menjadi anggota dalam milis tersebut. Nah, anggota ini pun secara garis besar diklasifikasikan menjadi dua: Pertama anggota yang aktif membaca dan menulis. Kedua anggota yang menjadi pembaca pasif. Anggota yang tidak membaca milis, saya anggap bukan anggota saja deh. Karakteristik kedua jenis anggota milis ini, pada akhirnya tetap bergantung pada unsur manusia itu sendiri. Analogi-nya seperti dalam diskusi. Ada yang talkative, ada yang pendiam. Walau kadang bisa terjadi kebalikannya. Di dunia nyata pendiam, di dunia maya talkative. Dan sebaliknya juga. Hal ini sudah pernah disinggung oleh Tim Berners Lee dalam bukunya Weaving The Web, yang pernah saya baca. Pernah baca, tapi cuma pinjam, alias gak punya :D Nah, apakah ada milis > lain yang S/N nya setinggi teknologia, tapi topiknya lebih luas? Atau > hal ini oxymoron? :D S/N apa ya Pak Andika? Maaf tidak tahu. Kalau soal oxymoron, ya atau tidak, saya pikir kita harus menemukan pola-nya terlebih dahulu. Baru kemudian kita bisa menentukan apakah pola umum yang ada oxymoron atau tidak. Secara singkat, saya coba susun "rumus" milis kreatif versi saya 1) Siapa saja penghuninya & latar belakangnya 2) Milis ini dibentuk berdasarkan apa: topik, kesamaan minat, komunitas virtual, agama, hobi, dll 3) Aturan/konvensi yang disepakati dalam milis tersebut Mengenai kreatif atau tidak, nanti jadinya bisa relatif deh. Kan kreatif kata sifat. > -- > .''`. Andika Triwidada <[EMAIL PROTECTED]> > : :' : just another Debian admin > `. `'` http://andika-lives-here.blogspot.com/ > `- Debian - when you have better things to do than fixing a system Sekian, dan terimakasih. Zaki Akhmad
