Budi Rahardjo wrote: > BTW, kata artikel tersebut, Korea #2 untuk matematik di dunia. > Nomor #1 adalah Finlandia. > > Bagaimana Indonesia? > Entah kenapa kok nggak ada yang mikirin soal strategic > seperti ini. Atau ... mungkin saya yang sok tahu. > > -- budi
Berat Pak Budi. Cuma orang-orang yang berani dianggap "gila" yang masih bisa berpikir strategis. Jika selama arti kebenaran bagi orang Indonesia adalah yang benar itu adalah apa yang dilakukan orang banyak, orang-orang "gila" ini akan tersingkir. Dan dari pengalaman saya, cuma sedikit orang yang berani hidup dan memilih untuk tidak menjadi orang pada umumnya. Lebih tepatnya orang-orang "gila" ini mungkin disingkirkan secara sistemis ya? (Ah tidak perlu dibahas lah) Dan keberanian untuk memilih menjadi orang "gila" ini benar-benar capek, menurut saya. Karena kita harus mau turun gunung, menjelaskan apa-apa yang seharusnya benar itu seperti apa. Wah menjelaskan yang benar itu bebannya bisa lebih dari 20 SKS. :D Dan energi kita kadang sudah habis duluan untuk bisa menjelaskan yang benar itu seperti apa sih. Tapi tenang, hidup harus selalu ceria biar bagaimanapun juga. Kita punya internet sekarang. Kita bisa bikin gerakan bawah tanah. Kita bisa pilih berita yang kita mau tahu. Kita bisa punya teman banyak. Kita bisa chatting dengan teman-teman kita yang di LN (Bang Carlos, misalnya). Tanya kehidupan di luar sana gimana, pengalamannya gimana. Juga tidak menutup kemungkinan buat dibawain oleh-oleh kalau pulang ke Indonesia. Gak perlu keluar ongkos pesawat. Kan sekarang The World is Flat. Yang penting konsisten, ya gak sih? He..he... Zaki Akhmad *masih script-kiddies*
