Mohammad DAMT wrote: > Pada hari Rabu, tanggal 21/12/2005 pukul 17:34 +0700, Arie Reynaldi Z > menulis: > > Menurut saya parameter buat bisnis ya uang. :) *iya.. saya matre.. > > hihihi* kayaknya untuk kasus tertentu, teknologi berbanding lurus sama > > duit yang masuk, gimanapun juga si developer harus makan kan. > > Ya tentu saja, ini natural. Saya pribadi sih lebih cenderung menggugah > mahasiswa untuk melakukan kegiatan semacam ini daripada kepada seorang > bapak/ibu beranak tiga yang bulan depan kontrakannya harus dibayar lagi > sementara persediaan susu untuk si bungsu sudah menipis. Mahasiswa > energinya kan banyak, buktinya bisa merobohkan pagar atau teriak2 > seharian atau bahkan masih banyak energi tersisa walaupun mogok makan. > > Dari proyek-proyek semacam ini, si mahasiswa dapat belajar banyak dan > dapat menjadikan proyek ini sebagai nilai tambah dan kekuatan > tawar-menawar yang tinggi saat mencari pekerjaan. Mungkin bahkan tidak > perlu mencari pekerjaan, karena nanti pekerjaannya datang sendiri > (beserta uangnya).
Sepakat 100 persen.Kali ini bukan 68 persen. Dari pengalaman temen2 termasuk Mdamt tentunya dan saya juga,dengan sering bermain-main di open source (gak mesti proyek) akan sangat banyak membantu pekerjaan nanti. Saya ibaratkan dulu beberapa kali,kalau sudah bisa coding dan edit bugs di ospf.c di zebra atau gated,itu tahap pertama untuk lulus ke silicon valley :-) Ibaratnya,sewaktu mahasiswa fixing bugs code dari RFC,nah setelah lulus,ikut tulis bikin rfc/draft sendiri karena kemampuanya sudah terasah dari mahasiswa. Itu makanya si friedman bilang 'the world is flat' karena untuk mengerjakan sesuatu yg asalnya berasal dari negara maju,bisa dilakukan di mana2,karena ada open source. Carlos
